JAMBERITA.COM- Tak banyak yang tahu alasan kyai kesohor asal Merangin Kyai Abdul Satar Saleh menyokong Calon Gubernur Jambi Cek Endra di Pilgub Jambi. Rupanya, kiai ini meneruskan wasiat sang guru, imam masjidil haram Mekkah, al ustad al mukarrom Abdus Shomad Gom.
Buya Satar-panggilan akrabnya selama dua periode ikut berjibaku mengantar Al Haris ke tahta Bupati Merangin. Ia juga sudah menganggap Haris bagai anak sendiri. Maklum, ke orang-orang, Al Haris kerap membanggakan sang kyai sebagai ayah angkat.
Tapi, di Pilgub Jambi kali ini, pengasuh pondok pesantren penghafal quran Khass Merangin itu memilih berseberangan dengan anak angkatnya itu. Ia menyokong Cek Endra, Bupati Sarolangun. Bukan sebatas mendukung, sang ustad bahkan ikut turun gunung mengaktivasi jejaring, utamanya alumnus dan mantan santrinya.
Dalam wawancara khusus, Buya Satar--begitu kyai ini akrab disapa--, mengungkap inci per inci alasannya mendukung Cek Endra.
"Sayo meneruskan wasiat dari guru, beliau pernah menjadi imam Masjidil Harom,"kata Buya Satar.
Guru yang dimaksud bernama Al Mukarrom Syeikh Abdus Shomad Gom. Dia asli Jambi, tepatnya berasal dari Mandiangin, Sarolangun. Dulu, semasa di Mekkah al Mukarromah, Buya Satar pernah berguru dengan Syeikh Gom--begitu Buya Satar kerap menyapanya--.
Syeikh Gom adalah ulama kesohor di sana. Meski sebagai pendatang di tanah suci, kealiman syeikh Gom mengantarnya menjadi Imam Masjidil Harom. Dia seorang hafiz 30 juz. Sebagai putra asal Jambi, Buya Satar bangganya bukan main. Ia satu-satunya menjadi murid yang disayangi Syeikh Gom.
Nah, Syeikh Gom yang diceritakan Buya Satar itu, rupanya kakek buyut Cek Endra, Bupati Sarolangun itu. Semasa berguru dengan Syeikh Gom, Buya Satar kerap diceritakan tentang anak keturunannya di Mandiangin. Menjelang kepulangannya ke tanah air, Syeikh gom sempat memanggil Buya Satar.
Mereka bertemu berdua di salah satu sudut masjidil haram. Sembari menanti waktu sholat asar tiba, Syeikh Gom sempat mewasiatkan sesuatu kepada Buya Satar.
"Tolong lihat dan perhatikan anak cucu saya di Mandiangin. Bantu mereka, jika suatu saat mereka membutuhkan bantuan...,"ujar Syeikh Gom, seperti ditirukan Buya Satar.
Wasiat itu ia genggam erat-erat. Sampai sekarang.
Sebagai bentuk takzim kepada seorang guru, Buya Satar mahfum wasiat guru adalah kewajiban baginya.
Tibalah masanya ketika Cek Endra turun gunung berlaga di Pilgub Jambi. Kabar itu sayup-sayup sampai ke telinga Buya Satar, setahun silam. Buya bergegas memacu kendaraannya bersama putranya, untuk bersua Cek Endra di Sarolangun.
Buya menanyakan ihwal niatan Cek Endra itu. Betul saja, Cek Endra mengiyakan dan langsung memohon bantuan dari sang buya. Tanpa panjang mukaddimah, sang buya langsung memeluk Cek Endra. Dengan suara lirih, Buya menegaskan akan membantu dan ikut mengantarnya ke kursi Gubernur.
Cek Endra tentu saja kaget. Kok ada ulama kesohor tiba-tiba saja bersiap mendukungnya. Tanpa diminta.
Ehhhh....Belakangan Cek Endra baru tahu, bahwa Buya Satar adalah murid kesayangan kakeknya, syeikh Gom, imam masjidil Haram itu.
Mendukung Cek Endra, Buya Satar hendak meneruskan wasiat sang guru sekaligus syeikh yang sangat ia kagumi. Menyokong Cek Endra sebagai bentuk takzimnya kepada sang guru. Dan Syeikh itu adalah darah daging Cek Endra, kandidat Gubernur Jambi.(*)
Ketua DPD Gerindra Jambi Apresiasi Persiapan Haji di Era Presiden Prabowo
Kanwil Kemenkum Matangkan Persiapan Kedatangan Menkum Supratman ke Jambi, Ini Agendanya
Kadiv P3H Kemenkum Jambi Turun Tangan, Pantau Mediasi Sengketa Lahan di Posbankum Tanjabbar
Silaturrahmi di Singkut, Fachrori: Kami Akan Kembangkan Potensi Spesifik Daerah
Solidkan Kader di Kecamatan Pasar, Ketua PDIP Kota: Ini Bukti Kami Full Team Menangkan CE- Ratu
Temui Tim Pemenangan di Desa-desa, CE: Ayo Bergerak, Tolong Kuasai TPS


BMKG Jambi Rilis Prakiraan Cuaca Pelabuhan Selama Tiga Hari, Waspada Gelombang di Talang Duku



