Destinasi Baru: Puncak Bukit Siru atau Puncak Pangeran di Desa Tebing-Tinggi, Kerinci



Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:59:49 WIB



Oleh: Mimi Fatria*

 

 

Di tengah pendemi Desa Tebing-Tinggi, Danau Kerinci, Provinsi Jambi menyiapkan objek wisata yang begitu apik, siapa yang tidak kenal bumi sakti alam Kerinci ini? alam yang di sematkan menjadi bumi sekepal tanah dari surga. Kerinci memiliki puluhan destinasi yang begitu menarik dan masyarakat yang ramah lingkungan, siapa pun yang berkunjung pasti di sambut dengan senyum manis.

Berbicara tentang destinasi, Desa Tebing-tinggi, Kecamatan Danau Kerinci, Provinsi Jambi pun memberikan kesempatan untuk masyarakat Kabupaten Kerinci khususnya berkunjung di Puncak Bukit Siru atau yang akhir-akhir ini di kenal sebagai Puncak Pangeran.

Puncak Bukit Siru atau Puncak Pangeran adalah sebuah objek wisata yang telah menua di Desa Tebing-tinggi, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci. Untuk menuju ke puncak bukit siru atau puncak pangeran kendaraan roda dua hanya bisa tembus seperempat jalan, selebihnya kita harus mengusahakan untuk berjalan kaki.

Sangat disayangkan bahwa sekarang belum ada fasilitas apapun disana. Jika ingin menikmati panorama puncak di pagi hari berarti para pendaki harus menyiapkan alat kemah dan keperluan sendiri, karna belum ada apapun yang tersedia disana sebagai bantuan.

Menurut masyarakat setempat Bella sakinah wahyuni, ia mengatakan bahwa; "Rencana kedepannya mengenai fasilitas masih dalam tahap planning, dan kemungkinan akan membutuhkan waktu cukup lama. karena ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan dan dipelajari lebih lanjut. Salah satunya persoalan nama yang disematkan. 'puncak pangeran' bukanlah nama original yang dipakai penduduk desa. Masyarakat setempat terbiasa menyebutnya dengan 'puncak' atau 'puncak bukit siru'. Entah atas alasan apa, kini namanya terasa begitu mendadak untuk dirubah. Bahkan ada beberapa pihak yang tidak sependapat dengan hal itu."

Untuk itu, apabila berkesempatan mendaki puncak pangeran atau puncak bukit siru, sebelumnya kita akan diajak untuk melihat bagaimana kondisi Goa kelelawar Desa Tebing-Tinggi yang sarat akan peninggalan masyarakat kuno. Tepat sebelah kanan goa kelelawar, terdapat bebatuan yang menyerupai kubah masjid, maka masyarakat sekitar mengenalnya dengan nama "batu masjid". Mendaki sedikit keatas, kita bisa menyaksikan setumpuk batu-batu besar menghiasi perjalanan, bahkan ada diantaranya yang berada di posisi yang unik, masyarakat sekitar menyebutnya dengan "batu tergantung". Terus menyusuri, kita akan disuguhkan dengan panorama puncak bukit siru yang apik.

Jika Berdiri tepat diatas puncak, kita bisa memandang danau kerinci dan perumahan warga Desa Tebing-Tenggi dan sekitarnya. Dari ketinggian kita bisa melihat dan menyebut letak beserta posisi beberapa tempat bagus, gedung-gedung besar, bahkan lapangan bola terbaik di Desa Tebing-tinggi. Pemandangannya akan terasa lebih indah di pagi hari pun di malam hari. Angel yang tepat, kamera yang bagus, fotografer yang handal, maka hasil fotomu dijamin kece dan Instagramable habis.(*)

 

 

Mahasiswa Sastra Indonesia, Fkip, Unja.
Salah satu masyarakat Desa Tebing-tinggi, Kecamatan Danau Kerinci.



Artikel Rekomendasi