JAMBERITA.COM - Binaan Paguyuban Pujakusuma Provinsi Jambi terdiri dari disabilitas sampai dengan masyarakat umum diberi pelatihan membatik yang di mentori Owners Sanggar Batik Jambi Rindani Ida Maryanti.
Ketua Pujakusuma Kota Jambi Edy Sugiarto mengatakan pelatihan membatik dasar bagi disabilitas itu merupakan kegiatan rutin setiap Rabu dan Sabtu pukul 14.00 WIB sampai selesai.
"Peserta kelas ini adalah kaum milenial, disabilitas, dan masyarakat umum. Peserta yang sudah mahir mengolah pola nanti akan diberikan set alat membatik. Kegiatan ini sudah berjalan tiga bulan, dengan tujuan "nguri-uri ing budoyo, kanggo mulyane negoro"," ujarnya.
Ida Maryanti sekaligus Pejabat Fungsional Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Provinsi Jambi itu pun membenarkan bahwa diri nya diminta untuk memberikan pelatihan kepada binaan yang dinaungi oleh Pujakusuma.
"Saya mau juga nyumbang, nyumbang ilmu. Saya minta kumpulkan lah siapa yang mau di beri ilmu, tapi saya maunya yang disabilitas. Jadi waktunya di bagi, untuk umum di rumah ibu sendiri, nah disabilitas di rumah Ketum Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jambi," ujarnya.
Menurut Ida yang juga sebagai Pembina Industri Batik itu, waktu pelatihan bagi masyarakat secara gratis itu setiap hari Rabu dan Sabtu."Saya kasih belajar gratis, sampai dengan hasil dan target dalam pelatihan itu nanti dalam bentuk hiasan dinding dan boleh diambil sama dia," tuturnya.
Apabila sudah mulai telaten dan ingin membuat dalam bentuk pakaian pribadi, itu kata Ida, mungkin para peserta akan disuruh untuk beli dasar sendiri agar adanya rasa tanggungjawab dalam belajar."Bukan karena kita tidak mau memberi, tapi dengan adanya dia membeli, dia lebih bertanggungjawab dengan karyanya," tuturnya.
Selain peserta itu diberi pelatihan dasar sampai dengan nanti bisa berkarya secara gratis, Ida yang sudah berusia 59 tahun ini juga mengaku memberikan peserta ilmu pengetahuan dalam menajemen usaha. "Ibu ini orang pertama yang melakukan pelatihan bagi disabilitas dari tahun 1993 silam," sebutnya.
Khususnya binaan Pujakusuma itu Ida mengatakan pelatihan sudah berjalan sekitar tiga bulan, mengingat dalam situasi Pandemi Covid-19 sekarang ini peserta juga dibatasi."Orang ini ada 6 orangan lah, biarlah sedikit tapi jadi dan yang disabilitas ada sekitar 10 orang itu yang di HWDI Buluran," terangnya.
Ida menuturkan, tujuannya dengan memberikan pelatihan kepada setiap masyarakat yang ingin belajar membatik secata gratis itu agar ilmu yang di dapat selama ini tidak hanya sia-sia saja." Yang jelas sebelum Tuhan memanggil, jadi ilmu Ibu (saya), sudah banyak diambil orang, jadi tidak terkubur saja. Nah sesudah ini nanti akan belajar menyulam," jelasnya.(afm)
Keren! UBR Jambi 'Loncati' Batas Akademik, Gandeng PT Pos Indonesia Siapkan Karir Mewah Mahasiswa
UBR Jambi 'Curi Start' Siapkan Generasi Emas, Gandeng MA Soleh Al Mubarok Lewat MoU
Mandiri Ekonomi, GP Ansor Jambi Bakal Luncurkan BUMA di Harla ke-92
Ada Wartawan Positif Covid-19, Ketua PWI Kota Jambi: Mohon Doa dan Dukung Secara Moril
14 Pasien Positif Hari ini Dari ASN Kantor Gubernur Jambi Hingga Wartawan
Masuk Hari Ke 7 Isolasi, Besok Fasha Akan Jalani Uji Swab Lagi


Mandiri Ekonomi, GP Ansor Jambi Bakal Luncurkan BUMA di Harla ke-92

