JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan Sutan Adil Hendra (SAH) meminta pemerintah untuk memantau penyembelihan hewan qurban di tanah air.
Pernyataan ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu ketika menghadiri reses DPR (28/7) di Jambi kemarin.
Menurutnya hewan Qurban dari berbagai wilayah yang masuk ke suatu daerah harus disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), diketahui pemiliknya siapa, berat, riwayat kesehatan, ditandatangani dinas yang melepas ternak, baru di cek di daerah, ini protap, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, ungkapnya.
Dalam hal ini, SAH yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini mengatakan pelaksanaan pemotongan, masyarakat dihimbau optimalkan rumah potong hewan.
Selain itu selama menunggu masa pemotongan, hendaknya pemerintah mengerahkan petugas medis dan paramedis di masing-masing wilayah untuk memantau kesehatan hewan.
"Untuk memantau hewan ini kita harus dengan standar penanganan aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), baik itu kesehatan hewan, maupun cara penyembelihan dan pembagian daging qurban," jelasnya.
Selain memastikan kesehatan hewan terpenuhi, ia juga menghimbau masyarakat untuk menjaga kenyamanan hewan dengan memandikan, mencukupi kebutuhan makan dan minum hewan sebelum dipotong. Hal ini mengingat hewan yang diqurbankan merupakan bentuk keikhlasan dari pemilik untuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa, sehingga perlu dimuliakan.
Untuk ketersediaan hewan qurban, SAH mengharapkan hewan qurban tersedia dalam jumlah mencukupi. Kemudian untuk pelaksanaan penyembelihan hewan, ia berharap masyarakat bisa mengoptimalkan rumah pemotongan hewan sehingga tidak perlu menggelar penyembelihan di tengah masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. “Jika ada yang memotong di masjid harus koordinasi dengan Gugus Tugas di daerah,” ungkapnya.
"Pemerintah sudah mengatur Gugus Tugas Penanganan COVID-19 perannya bagaimana agar protokol Kesehatan diterapkan, tidak menimbulkan kerumunan,” ujarnya.(*/sm)
Masyarakat perlu memperhatikan mulai dari proses penyembelihan, pemotongan daging hingga pembagian agar tidak menimbulkan kerumunan. “Yang kelola pakai masker, jangan sampai bersin di atas daging, yang memotong secukupnya saja. Yang mengiris daging biasanya banyak, perlu diatur sedemikian rupa,” tandasnya.(*/sm)
Rutin Tiap Tahun, SAH Salurkan Zakat, Infaq dan Sedekah untuk Pejuang Kebersihan Telanaipura
Sisi Lain Ivan Wirata : Duduk Dilesehan Bareng Jurnalis, Siap 'Ditegur' Demi Jambi Lebih Baik
Jubir Covid-19 Provinsi Jambi Sebut tak Ada Laporan dari Petrocina Soal Belasan Karyawan yang Positi
Maulana: Insentif Yang Bersumber Dari APBN Sedang Diverifikasi
Pemkot Jambi Berikan Insentif Bulan Kedua Untuk Relawan Kesehatan Covid-19







