JAMBERITA.COM - Proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pada pilkada serentak 2020 sudah dimulai sejak 15 Juli lalu.
Ribuan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sudah dikerahkan untuk mendata warga agar 9 Desember bisa menggunakan hak suaranya.
Namun, karena kondisi wabah pandemi Corona saat ini, setidaknya protokol kesehatan harus dijalankan petugas untuk bisa melakukan pendataan pemilih. Meski begitu, tetap saja masih ada masyarakat yang masih takut dan menggunakan metode lain.
Setidaknya inilah yang diposting Komisioner KPU Bungo Kristian Edi Candra. Ada dua tempat yang warganya melakukan cara berbeda untuk memberikan data kepada petugas untuk mengecek.
Desa Rantau Duku Kecamatan Rantau Pandan, petugas menerima data dari warga lewat jendela dan diberikan dengan menggunakan sapu ijuk. Hal serupa juga terjadi di Desa Kuamang Kecamatan Jujuhan Ilir. Petugas menerima data pemilih yang disodorkan lewat galah.
"Bagaimana cara mendapatkannya tidak jadi soal. Terpenting KTP dan KK dapat dilihat guna mengetahui nama penghuni rumah untuk dicoklit," sebut Kristian Edi Candra lewat postingannya, Minggu (19/7/2020). (am)
Hasil Muscab II MPC, Muhammad Yani Pimpin Ketua Pemuda Pancasila Merangin
Sudah Kantongi Surat Dukungan Demokrat di Pilgub Jambi, Cik Bur: Sesuai Komitmen Awal
Parpol Pertama Nyatakan Dukungan, PKS Bergerak Menangkan Haris-Sani di Pilgub Jambi
11 DPC PPP di Jambi Nyatakan Dukungan ke Fasha, Surat Langsung Disampaikan ke DPP
Warga Sungai Bujang Rengas Condong Dukung Batanghari Unggul Karena Lebih Menjanjikan


Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional



