Soroti Protes RUU HIP saat Sosialisasi Empat Pilar di Jambi, Ihsan Yunus: Bung Karno Sangat Islami



Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:51:54 WIB



JAMBERITA.COM– Ihsan Yunus, anggota DPR RI dari PDIP, dapil Jambi, melaksanakan tugasnya dalam mensosialisasikan empat pilar kebangsaan. Acara ini berlangsung dalam sebuah webinar lewat platform pertemuan virtual Zoom antara masyarakat di Kota Jambi dan Ihsan yang berada di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2020.

Ihsan, yang dalam periode kedua keanggotaannya ini didapuk menjadi pimpinan Komisi VIII DPR RI, menyoroti soal keramaian yang ditimbulkan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Bagi Ihsan, Pancasila sejak awal adalah sebuah upaya para pendiri bangsa menemukan cara hidup ideal orang Indonesia lewat sebuah proses yang begitu dinamis bahkan penuh perdebatan.

“Para pendiri bangsa kita sangat mengerti pentingnya Pancasila dirumuskan. Jadi mereka merumuskannya dengan serius dan tidak jarang berdebat satu sama lain. Mereka memiliki versinya masing-masing hingga Pancasila yang resmi diakui hingga saat ini, Pancasila tanggal 18 Agustus 1945,” ujar Ihsan.

“Adanya istilah Trisila, sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi dan ketuhanan, hingga Ekasila, gotong royong, adalah upaya penyederhanaan cara membaca Pancasila oleh Bung Karno di pidatonya dalam rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPK) tanggal 1 Juni 1945. Isinya sama-sekali tidak bertentangan dengan Pancasila kita saat ini,” tambahnya.

“Bung Karno itu santri, sangat religius. Banyak sekali tanda-tanda betapa sangat islaminya beliau. Beliau yang mencetuskan Trisila dan Ekasila juga adalah orang yang berkali-kali menyatakan pentingnya tauhid, keesaan Tuhan. Mana mungkin idenya justru menjauhkan Pancasila, yang dia rumuskan, dengan agama,” lanjut Ihsan.

Daripada itu, Ihsan mengatakan saat ini tepat adanya RUU HIP ditunda dahulu pembahasannya hingga mengakomodasi berbagai kritik dan pendapat yang berkembang. Ihsan berharap bangsa ini fokus dulu keluar dari pandemi virus Corona. Komisi VIII, komisi yang ia pimpin di DPR RI, tengah mempersiapkan dua RUU terkait penanganan bencana dan perlindungan sosial seiring dengan selalu mengawasi mekanisme bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi.(*)



Artikel Rekomendasi