JAMBERITA.COM- Kopi hasil perkebunan Provinsi Jambi akan diekspor melalui Pelabuhan Talang Duku, Jambi. Selama ini, kopi dari Provinsi Jambi diekspor melalui Pelabuhan di luar Provinsi Jambi, yakni Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Hal itu dibahas dalam Rapat Teknis Ekspor Perdana Kopi Lewat Pelabuhan Talang Duku, di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kantor Gubernur Jambi, Rabu (24/6).
Rapat dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Jambi, Ir. Agus Sunaryo, M.Si, dan diikuti oleh Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda Provinsi Jambi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, perwakilan dari Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Plt. Kadis Perindag Provinsi Jambi, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, Bea Cukai dan PT Pelindo, dan pimpinan Koperasi Kerinci Barokah Bersama (Eksportir), pimpinan PT Tri Karya Usaha Mandiri Jambi (PPJK), pimpinan PT Advantis Sabang Raya Logistik, serta peserta rapat lainnya sebagaimana absensi kehadiran terlampir :
Poin-poin yang dibahas dalam rapat tersebut adalah pertama, ,menindaklanjuti keinginan salah satu eksportir kopi asal Kerinci (Koperasi Kerinci Barokah Bersama) yang berencana akan melakukan ekspor perdana kopi lewat Pelabuhan Talang Duku Provinsi Jambi, maka diperlukan sinergitas antar instansi teknis untuk mendukung rencana tersebut.
Kedua, selama ini komoditas kopi asal Jambi masih diekspor lewat pelabuhan di luar Provinsi Jambi, baru kali ini kopi asal Jambi akan di ekspor melalui Pelabuhan Talang Duku Provinsi Jambi
Ketiga, menekankan agar dokumen ekspor yang dipersyaratkan harus dipenuhi oleh eksportir. Keempat, sejauh mana kesiapan eksportir mapun Pelindo dalam menyukseskan ekspor perdana kopi ini.
Kelima, dibahas juga bagaimana kesiapan Bea Cukai Jambi, Dinas Perindag, Balai Karantina, dan Dinas Perkebunan dalam mendukung suksesnya kegiatan ekspor perdana kopi ini. Keenam, penyiapan kontainer, dokumen pengapalan (shipping bill) produk ke negara tujuan ekspor. Terakhir Penyiapan dokumen packing list dan drypack untuk menjaga kelembaban/kadar air produk sesuai standar yang dipersyaratkan
Dalam rapat tersebut juga dikemukakan kendala-kendala yang dihadapi dalam rencana ekspor kopi tersebut, yakni: 1.Nomor Induk Berusaha (NIB) eksportir sudah terblokir karena sudah fakum selama satu tahun terakhir serta penyelesaian dokumen kepabeanan masih ada yang perlu diselesaikan, 2.Belum ada certificate of origin sebagai bukti bahwa produk berasal dari daerah setempat, dan 3.Kesiapan mobilisasi produk ekspor (kopi) dari Kerinci ke Talang Duku serta penyiapan kontainer.
Dari pembahasan dalam rapat tersebut, didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33 Persen Triwulan I 2026, Angka Pengangguran dan Ketimpangan Gender Menurun
Bupati Anwar Sadat Sambut dan Apresiasi Kunjungan Menkes RI ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal
Dorong Daya Saing Daerah, Abun Yani Sampaikan Ranperda Inisiatif Fasilitasi HKI Jambi
Fachrori Minta OPD Berinovasi Terapkan Produktif Dan Aman Covid-19
Silaturahmi dengan Danrem 042/Gapu, Fasha: Kami Bangga Putra Jambi Danrem Pertama Berpangkat Brigjen
Bersama MUI Dan Kemenag, Fasha Buka Pelatihan Khatib Se-Kota Jambi


Kejati Jambi dan Angkasa Pura II Teken PKS, Perkuat Kepatuhan dan Pendampingan Hukum


