JAMBERITA.COM- Munculnya nama Ratu Munawarah dalam bursa Calon Gubernur Jambi mendapatkan tanggapan dari masyarakat. Di kalangan netizen, respon beragam muncul mulai dari dukungan hingga pertanyaan soal keseriusan Istri Mendiang Mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin.
Ratu sendiri merupakan salah satu caleg DPR RI yang meraih suara terbanyak pada Pemilu 2009 lalu dan berhasil membawa 2 kursi PAN ke senayan. Sementara suaminya meraih suara diatas 80 persen dalam Pilgub pertama yang dilakukan secara pemilihan langsung pada tahun 2005.
Seperti diketahui trah nurdin jarang absen dalam setiap Pilkada sejak tahun 1999 lalu. Dari tiga Pilgub yang sudah digelar, keluarga ini hanya absen pada tahun 2010 lalu. Kendaraan politiknya PAN saat itu mengusung Madjid Muaz-Hich yang notabene diluar trah nurdin. Meski saat itu, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi adalah adik kandung Zulkifli Nurdin yakni Hazrin Nurdin.
Terakhir pada 2015 lalu, trah Nurdin memajukan Zumi Zola, putra kandung Zulkifli Nurdin melawan incumben H Hasan Basri Agus (HBA) dan berhasil menang. Meski di tengah jalan harus berurusan dengan KPK dan digantikan wakilnya Fachrori Umar.
Pengamat politik Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (PUSAKADEMIA), Mochammad Farisi mengatakan munculnya Ratu Munawarah merupakan hal yang wajar. “Berlatar belakang keluarga tokoh politik, wajar bila kemunculan baliho dianggap signal bahwa Bu Ratu akan turun gelanggang, apapalagi waktunya mendekati pelaksanaan pilkada,” katanya Sabtu (16/5/2020).
Hanya saja, tentu akan dilihat sejauh mana keseriusannya. Apakah hanya manuver dan wacana timnya saja. “Keseriusan bertarung akan terlihat bila seberapa massif baliho yang dipasang,” kata Farisi.
Dosen Fisipol Unja ini juga mengatakan, saat ini zaman sudah berubah. Tokoh-tokoh politik di daerah sudah lama pasang kuda-kuda. Bila hanya mengandalkan mengandalkan nama besar keluarga (ketokohan ibu ratu) belum teruji. “Paling tidak belum ada survey yang menunjukkan berapa digit angka popularitasnya,” jelas Ketua Kopipede Provinsi Jambi ini.
Soal posisi Ratu yang saat ini masih menjadi kader PAN, Farisi menjelaskan untuk mengusung calon melalui partai ada mekanismenya. Sampai saat ini keputusan telah dibuat mengusung H Bakri menuju BH1.” Namun namanya politik semua mungkin, sebenarnya suara PAN sangat seksi dgn 7kursi, bila H Bakri tidak kunjung menemukan pasangan koalisi. Misal tetap jadi gubernur dan tidak mau jadi wakil) alternatif nya kader PAN lain seperti bu ratu bisa di dorong menjadi calon wakil gubernur,” saran Faris.
Pengunduran waktu pelaksaan pilkada juga memebrikan keuntungan bagi kandidat yang kemarin ragu-ragu, masih cukup waktu, bila serius bu ratu bisa tancap gas bersosialiasi dan menawarkan harapan baru.
“Sebagai tokoh perempuan, tentu sosok beliau bisa mewarnai blantika perpolitikan jambi saat ini yang di isi kaum adam semua,” ucap Farisi.
Makanya, tentu jika Ratu serius maju, maka masyarakat akan menunggu visi misinya untuk pembangunan Jambi. “Karena membangun jambi tidak cukup hanya bermodal paras menawan (ganteng/cantik)di baliho. Karena pilkada 2015 harus dijadikan pengalaman,” pungkasnya.(*/sm)
Kakanwil Kemenkum Jambi Lantik Analis Hukum hingga Anggota PAW Majelis Pengawas Notaris
Pelantikan DPC HKTI se-Provinsi Jambi Sukses Digelar, SAH Sukses Konsolidasi Petani Daerah
Wabup Katamso Hadiri Pelantikan DPD HKTI, Wamentan Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Pantau Kondisi Jelang Idul Fitri, SAH Lakukan Kunjungan Kerja Perorangan Sekali Setahun
5 Hasil Uji Swab Keluar 2 Diantaranya Negatif, Berikut Identitasnya


Hesti Perkuat Keperdulian Sosial Via Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi



