Dituding Otoriter ke Staf Puskesmas, Kapus Rantau Panjang: Itu Salah Paham



Selasa, 05 Mei 2020 - 20:09:36 WIB



 Perdana Setia Handayani
Perdana Setia Handayani

JAMBERITA.COM, MERANGIN - Kapala Puskesmas (Kapus) Rantau Panjang, Perdana Setia Handayani membantah tudingan jika dirinya otoriter dan selalu tebar ancaman mutasi pada bawahannya.

Tudingan itu disampaikan puluhan pegawai Puskesmas Rantau Panjang saat mengadu terkait kepemimpinan Kapus Rantau Panjang ke Komisi II DPRD Merangin, Selasa (5/5/2020).

Ia mengatakan jika ada muatan politis ingin melengserkan dirinya dibalik aksi yang dilakukan puluhan bawahannya itu.

“Ini kesalahpahaman, waktu sayo dilantik tu memang terjadi pro dan kontra, maklum kan saya mantan staf juga disitu, ternyata saya diberi amanah oleh Bupati dilantik menjadi Kapus. Disitulah mungkin mereka tidak suka sama saya karena tidak sesuai kinerja saya, namun saya tetap bekerja untuk memperhatikan masyarakat, bekerja sesuai tupoksi saya sebagai Kapus karena saya sudah diberikan amanah oleh Bupati saya jalankan sampai saat ini,” ungkap Kapus.

“Tidak benar saya tidak otoriter, saya selama ini memanggil staf satu per satu, saya bilang bekerjalah sesuai Tupoksi anda, jangan krusak krusuk karena saya Kapus disini ikutilah aturan saya selagi itu benar ikuti tapi kalau itu menyimpang tolong tegur saya,” kata Kapus.

Adanya ancaman mogok kerja. Namun Kapus tetap berpendirian sudah bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai Kapus.

“Kalau mogok kerja itu kembali ke mereka, yang jelas saya bekerja sesuai Tupoksi saya, yang jelas intinya orang itu ingin menolak saya sebagai Kapus, saya selama ini tidak pernah melenceng dari tupoksi saya. Mungkin mereka ada kepentingan, mungkin ingin melengserkan saya, ingin mengantikan saya, tapi itu kembali ke Bupati,” terangnya.

Kapus juga membatah bahwa dirinya intimidasi dan ancaman pada bawahannya, Ia menjelaskan sebagai Kapus bertanggung jawab terhadap sistes kerja Puskemas dan berupaya merangkul semuanya untuk memajukan Puskesmas Rantau Panjang.

“Saya mengancam-ngancam tidak ada, saya disitu Kapus bertangungjawab. jika kalau anak-anak itu tidak mau bekerja itu kan tidak mau bekerjasama dengan saya, terus saya bilang kalau tidak mau bekekerja sama dengan saya ya saya bersedia mengeluarkan rekomendasi, saya bilang begitu. Dari pada kita mempertahankan orang yang merusakan sistem lebih baik kita ganti saja dengan orang lain tujuan saya ingin memajukan puskesmas rantau panjang. Karena kita digaji untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

“Masalah jasa BPJS itu sudah kita rapatkan, itu kita bikin kesepakatan ternyata ada satu orang tidak mau istilahnya menyumbangkan uang untuk Puskesmas, itu gunanya mana tau nanti bikin cuci tangan atau yang tidak ada dalam DPA itu bisa digunakan untuk itu,” tambahnya lagi.

Selain itu masalah adanya TKD dan TKS rangkap jabatan serategis di Puskesmas,  Kapus mengatakan itu sudah dirapatkan. namun mereka tidak ada yang mau.

"Mereka diminta tidak mau. Makanya saya masukkan TKD dan TKS mengisi jabatan yang kosong, " tutupnya. (oli)





Artikel Rekomendasi