JAMBERITA.COM, MERANGIN - Puluhan staf puskesmas Rantau Panjang mengadu ke Komisi II Dewan Pewakilan Rakyat (DPRD) Merangin.
Mereka meminta agar Kapus Mundur dari jabatan. Karena selama ini selalu mendapat tekanan dari kepada puskesmas dengan ancaman dipindahkan.
"Kami akan mogok kerja kalau tidak dipindahkan Kapus Rantau Panjang, "ungkap salah satu staf medis yang hadir.
Bahkan katanya, mereka pernah melakukan mediasi dengan kepala dinas kesehatan dan Bupati namun tidam diindahkan.
"Demi kepentingan bersama dalam mencari solusi. kami bersama kawan-kawan pernah menghadap ke dinas kesehatan tapi menemui jalan buntu, " tambahnya.
Senada diungkap salah satu tenaga medis lainnya yang menyampaikan keluhannya. Jika tidak mau mengikuti kehendak Kapus, maka kami akan dimutasi.
"Kapus kami ini terlalu otoriter. kami tidak nyaman lagi pak. malah yang mengancam kami itu adalah Tenaga Kerja Sukarela (TKS)," bebernya.
Dari pantauan awak media, pengaduan itu masih berlanjut. (oli)
Paripurna Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat, Pemerintah Pusat dan Daerah perkuat Sinergi
Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat Gelar Syukuran Hadirkan 70 Stan UMKM
Buka Rakor Teknis Pembangunan Perkebunan, Fadhil Arief Ajak Kelola Kebun Secara Profesional
Uji Swab Dinyatakan Negatif, Dua PDP di Merangin Dipulangkan
Pemkab Merangin Terima Bantuan APD Dari Dinas Kehutanan, FFI dan BKSDA
Dari Kampus hingga Produk Unggulan Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Konsultasikan Penguatan Kerja Sama



