JAMBERITA.COM- Ketua Himpunan Mahasiswa Pelajar Merangin Jambi M.Zuhri Akbar menilai pemerintah kabupaten Merangin tidak serius dalam penanganan pandemi covid-19. Hal itu terlihat dari tidak adanya kesinkronan dan koordinasi antara pemerintah desa dan pihak-pihak terkait, kemudian pos-pos penjagaan di perbatasan terlihat kosong di malam hari, anggaran tidak transparan dalam penggunaannya.
Untuk menghindari kebingungan dan katakutan di masyarakat, Zuhri menyarankan pemerintah kabupaten Merangin untuk dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebijakan pemerintah tidak membuat masyarakat semakin panik dan kebingungan
"Kemudian terkait BLT, dan bantuan sembako lainnya, perlu diperhatikan oleh bapak bupati, koordinasi antara bupati dan pemerintah desa sangat dibutuhkan agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat dan memastikan bantuan itu benar-benar sampai agar tidak di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Ketua HMPM Mengajak kepada lapisan masyarakat merangin untuk tidak panik namun tetap waspada terhahadap virus covid-19 dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih
Terakhir, untuk pencegahan penyebaran covid-19 , bila poin-poin diatas sudah terpenuhi. Zuhri minta kepada pemerintah kabupaten Merangin untuk melakukan PEMBATASAN SOSIAL DALAM SKALA BESAR (PSBB) apabila prosedurnya sudah terpenuhi.(*/sm)
Ratusan Warga Renah Alai Padati PN Bangko, Tegaskan Solidaritas Adat Bukan Intervensi Hukum
Semarak PKD 2026 Merangin : Menjemput Tuah, Merawat Marwah Adat di Taman Mini Melayu Jambi
Harmonisasi Ranperbup Merangin, Kemenkum Jambi Bahas Batas Desa dan Dokumen Perencanaan
Di Depan Tim Medis RSD Kol Abundjani, Al Haris: Saya Ikhlas, Nyawa Hilang Demi Masyarakat
Kajati Jambi dan Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Berkomitmen Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum



