Pemerintah Jambi Tersandera Aturan, Riwayat Perjalanan Pasien Covid-19 Bisa Diumumkan Pihak Keluarga



Kamis, 26 Maret 2020 - 16:28:22 WIB



Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBERITA.COM– Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi belum berani mengeluarkan catatan perjalanan pasien Covid-19 . Johansyah, Juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jambi, mengatakan pihaknya tidak mau ceroboh, karena ada aturan yang mengikat mereka.

Ia menyebut terkait transparansi identitas pasien positif, riwayat perjalanan dan kontak fisik sudah menjadi pembahasan tim gugus. Sejak kasus pertama pasien positif di Jambi, kata dia, wacana mengumumkan identitas pasien positif sudah muncul.

BACA: Ombudsman Minta Gugus Tugas Covid-19 Ungkap Riwayat Perjalanan Pasien Positif Virus Corona

Tujuannya adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat yang melakukan kontak fisik dengan pasien agar waspada. “Tujuannya satu, untuk memutus rantai penyebaran,” kata Kepala Biro Humas Provinsi Jambi ini.

Namun, kata Johansyah, tim gugus tidak bisa serta merta mengumumkan. Ia bilang ada mekanisme yang dilewati. Jika pasien, atau keluarga mengizinkan, tim gugus akan menyampaikannya ke publik. “Itu juga terjadi di pusat dan daerah-daerah lain. Dokter yang yang mengumumkan atas izin pasien atau keluarga pasien,” jelasnya.

Tim gugus pun akhirnya melakukan pendekatan persuasif ke pihak keluarga. Johansyah berharap, keluarga yang mengumumkan sendiri, didampingi pemerintah. “Kita juga tidak ingin penyebaran virus ini berlanjut kemana-mana,” ucapnya.

Akhirnya menurut Johansyah, tim gugus langsung melakukan penelusuran riwayat perjalanan dan kontak fisik. Tim gugus sudah meminta kepada pemerintah kabupaten tempat asal pasien positif itu untuk mendata seluruh kontak fisiknya. Ia menambahkan keluarga dari pasien yang positif covid-19 ini sudah diisolasi.
Johansyah mengaku sudah mendapat data siapa-saiapa saja yang melakukan kontak fisik dengan pasien positif. Setelah pendataan, Johansyah mengatakan tim akan melakukan rapid test. Hal itu dilakukan untuk mengetahui dan mencegah penyebaran yang terjadi karena kontak fisik pasien selama 14 hari sebelumnya.

"Upaya kita untuk melakukan pencegahan dan penanganan dalam antisipasi corona ini sudah sangat maksimal. Setelah adanya pasien yang positif, kita akan melakukan rapid test terhadap siapa-siapa saja yang sudah melakukan kontak fisik. Bukan hanya keluarga,” tambah Johansyah.

Apakah rapid tes juga akan dilakukan kepada anggota DPRD yang dikabarkan melakukan kontak fisik? Johansyah menjawab ia tidak ada menyebutkan pasien tersebut siapa dan kerja di mana.

“Saya tidak menyebutkan identitas pasien. Jadi siapa pun yang melakukan kontak kepada pasien yang belum terdata diharapkan kooperatif untuk melaporkan diri. Siapa pun itu,” tandasnya.

Di pihak lain, DPRD Provinsi Jambi lebih memilih langkah persuasif. Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto mengatakan, transparasi dalam kondisi ini sebenarnya sangat penting. Hanya saja, ada protap kesehatan yang mengharuskan identitas pasien itu adalah privasi.

Terkecuali memang pihak keluarganya yang memberanikan diri untuk menanggapi. Edi lebih menekankan kepada pihak keluarga yang harus legawa untuk transparan. Sebab hal ini tujuannya bukan membuka aib, namun untuk membantu memutus rantai penyebaran.

"Menurut saya kalau untuk memberikan data lengkap pasien positid Covid 19 di peraturan kesehatan memang tidak boleh. Itu privasi. Namun di saat seperti ini, maunya pihak keluarga harus bisa cepat menyikapi untuk jujur dan memberikan laporan dan memberikan informasi ke publik. Agar siapa pun yang melakukan kontak fisik kepada pasien bisa melaporkan diri kepada tim gugus corona untuk mendapatkan penanganan sebagaimana seharusnya atau mengisolasikan diri dulu. Siapa pun itu," jelas Edi Purwanto.

Jika transparansi riwayat kontak diketahui, kata Edi maka akan mudah mengetahui siapa - siapa saja yang akan menjadi ODP untuk diperiksa lanjutan. Jika laporan keluarga ataupun catatan perjalanan sudah tahu, bisa langusng cek riwayat kontak fisik pasien dengan siapa saja melakukan pertemuan. (Berita Ini adalah hasil liputan kolaborasi jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen Kota Jambi)









loading...






JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

Jumat, 05/06/2020 17:00:33