Bicara di Forum Kemenag Jambi, Ketua FKPT Jambi Ajak Ibu-Ibu Cegah Paham Radikalisme



Rabu, 11 Maret 2020 - 09:54:07 WIB



JAMBERITA.COM- Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi Prof Ahmad Syukri Saleh menjadi narasumber di Kegiatan Pengembangan Wawasan Multikuktural yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Rabu (11/3/2020) di Hotel Shang Ratu.

Dalam kesempatan ini yang menjadi peserta adalah tokoh perempuan Jambi, ketua organisasi perempuan lintas agama.

Tema soal radikalisme ini mendapatkan sambutan antusias. Ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dari para peserta.

Prof Syukri bicara soal peran FKPT dalam pencegahan terorisme di Jambi. Termasuk menjelaskan potensi radikalisme dan terorisme.

Dalam penyampaiannya, FKPT sesuai tugas dan perannya adalah melakukan  penelitian tentang potensi radikal terorisme, Pengembangan potensi dan kreatifitas yang dimiliki oleh generasi muda dalam pencegahan terorisme.

Lalu, pemberian edukasi bagi kelompok perempuan dan anak dalam pencegahan terorisme, edukasi pencegahan terorisme kepada semua elemen masyarakat di daerah dan pengembangan kreatifiras dari berbagai perspektif.

Lalu melakukan literasi informasi pencegahan terorisme melalui media massa media sosial dan media lainnya.

Dalam kesempatan ini, Prof Syukri menyebutkan usia 20-30 tahun sangat rawan untuk terpengaruh oleh paham radikal ini.

Ada beberapa faktor yang berpengaruh diantaranya pola asuh di keluarga, menjadi anak yang tidak dianggap di keluarga.

Faktor lainnya, ada keinginan memperbaiki ketidakadilan, mencari sensasi dan pengaruh pergaulan di internet.

"Ini keterkaitan dengan internet banyak memberikan dampak. Sang anak  punya teman di media sosial di luar indonesia bisa dari filipina, Malaysia, Syria. Biasanya mereka banyak mendapatkan informasi dari media ini," katanya.

Menurutnya, paham radikal ini juga banyak ditemukan di kampus-kampus. Termasuk di Jambi. Tidak hanya mahasiswa, ada juga dosen. Meski masih sebatas pemikirannya yang radikal. "Tentu harus diminimalisir. Makanya kaki juga melakukan sosialisasi ke Rohis rohia, lembaga dakwah kampus, agar tidak menghadirkan konten provokatif, intoleran. Ini butuh pembinaan," jawab Prof Syukri.

Ia berharap bibit radikal ini bisa diminimalisir dengan mengenalinya lebih dini. Jangan sampai menjadi cikal bakal menjadi paham yang lebih berbahaya seperti melahirkan aksi terorisme.

"FKPT sendiri terus melakukan kampanye. Lintas sektoral. Bahkan, dalam kampanye kami perempuan adalah agen perdamaian. Lalu perdalam pengetahuan," katanya.(sm)





Artikel Rekomendasi