JAMBERITA.COM - Perbaikan jembatan Sugeng masih belum optimal. Pasalnya kini jembatan tersebut, pada bagian opritnya kembali dikeluhkan pengguna jembatan senilai Rp16 Miliar itu.
"Mobil saya sampai nyangkut karena opritnya turun cukup dalam," ungkap warga Tungkal Ilir, Tanjabbar, Sunar, Senin (21/2/20).
"Ya, kalau kondisinya parah seperti ini bukan kendaraan saja bisa rusak. Kita pengendara pun bisa bahaya terhentak badan. Ini baru beberap bulan dipakai kalau sempat beberapa tahun kedepan jangan jangan sudah tidak layak pakai lagi," timpal pengguna jalan lainnya yang melintasi jembatan dari anggaran APBD Propinsi itu.
Kondisi Pembangunan Jembatan Sugeng Kualatungkal dibawah naungan Dinas Perkejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, kondisinya semakin menghawatirkan.
Padahal Dewan Perwakilan rakyat daerah provinsi jambi telah turun mengecek dan meminta perbaikan atas kerusakan jembatan yang berada di bawah pengawasan Dinas PUPR Propinsi Jambi itu.
Dinas PU PR Provinsi dinilai kurang serius melakukan perencanaan dan pengawasan pembangunan jembatan yang menjadi akses utama bagi masyarakat tersebut.
Dari pantauan awak media di lapangan, oprit alias landasan menuju jembatan masih retak dan hanya dipoles saja menggunakan semen. Pekerjaan proyek milyaran rupiah yang dikerjakan PT. Wijaya Kusuma mandiri itu selesai dibangun pada akhir 2019 lalu.
Kuat dugaan tanah yang ditimbun belum terlalu padat sudah dilakukan pengecoran. Sehingga pondasi tak kuat menahan beban dan menyebabkan oprit patah. Sementara itu, menurut pengakuan masyarakat sekitar patah nya oprit Jembatan Sugeng ini akibat dikerjakan secara manual Oleh pihak rekanan. Sehingga hasilnya menjadi tidak maksimal.
"Beginilah hasil nya. Pembangunannya seperti apa ini, kerjaan terkesan asal jadi padahal dananya besar. Kalau perlu tim dari kejaksaan turun cek kondisi jembatan," ujar anggota LSM LPA2DP Tanjabbar, Marwansyah.
Keluhan warga tersebut ditanggapi oleh H. Hamid selaku DPRD Dapil Tanjabbar dan Tanjabtim. Ia juga mengaku kecewa atas pembangunan jembatan yang hasilnya tidak memuaskan.
Beberapa waktu yang lalu dirinya pun sempat menghubungi Kepala Dinas PU Provinsi Jambi untuk mengkonfirmasi bangunan jembatan yang dibangun banyak kontroversi dari masyarakat tersebut.
"Kemarin saya juga sudah menyampaikan kepada kepala dinas pekerjaan umum Provinsi Jambi dan dia menjawab akan ada ada perbaikan," kata H Hamid.
"Kalau begitu saya akan pertanyakan lagi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi bgaimana tindak lanjutnya perbaikan di lapangan," tandasnya. (Henky)
Kanwil Kemenkum Jambi Bahas Perubahan Atas Perda Pajak dan Retribusi Daerah Tanjabbar
Bupati Anwar Sadat: Pariwara Kreatif, Perkuat Pesan Budaya Antikorupsi Tata Kelola Pemerintahan
Bupati Anwar Sadat Lantik Puluhan Pejabat Penting di Lingkup Pemkab Tanjab Barat
Fuso Sudah Dievakuasi, Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup Urai Kemacetan
Hampir 3 Jam Kemacetan di Jalan Lintas Tebo Masih Belum Terurai

