JAMBERITA.COM - Plt Direktur Utama RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi drg Iwan Hendrawan dipastikan tidak lulus dalam pelaksanaan lelang jabatan eselon II untuk mengisi kekosongan tersebut.
Akan tetapi, kurang lebih 3 tahun menjabat sebagai Direktur SDM maupun berjibaku sebagai pelaksana tugas di rumah sakit plat merah itu, drg Iwan tentunya punya banyak sejarah dan inovasi yang Ia kontribusikan.
Seperti misalnya di tahun 2019 ini, RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai paling inovatif dari 43 OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi.
Kepala Badan Penelitian Daerah (Balitbangda) Provinsi Jambi Ir Azrin membenarkan bahwa RSUD Raden Mattaher Jambi salah satu OPD yang paling inovatif di tahun 2019 dari 6 OPD yang terjaring.
"Paling inovatif RSUD Raden Mattaher, lainnya saya lupa, ada 2,3, dan juara harapannya juga, tapi nanti pas hari HUT Jambi akan kita umumkan," bincangnya, saat menghadiri pemberian tali asih kepada petugas di RSUD di malam tahun baru, Selasa (31/12/2019).
Menurut Azrin, penilaian tersebut dilakukan tim juri beberapa bulan lalu yang diawali input data setiap OPD dari aplikasi Sistem Informasi Jambi go Satu Inovasi dan Satu OPD (Si jagoan) sehingga keluar 10 besar.
"Lalu tim juri, mulai dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Balitbangda melakukan survei, tim turun langsung menilai OPD bersangkutan melakukan verifikasi faktual," ujarnya.
Setelah dilakukan penilaian secara faktual, ternyata RSUD Raden Mattaher salah satu OPD yang paling banyak melakukan inovasi. Adapun penilaian itu tentunya dilihat dari beberapa indikator, terdiri dari data pokok ataupun penunjang.
"Penilaian ini sama dengan lomba inovasi Government Word yang pernah dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, dimana Provinsi Jambi 2018 lalu mendapat juara 7 dan di 2019 peringat 9 dari 34 Provinsi," terangnya.
Khususnya di lingkungan Pemprov Jambi sendiri, Azrin menuturkan baru kali pertama dilaksanakan, kedepan penilaian inovasi ini diharapkan juga dapat diterapkan oleh seluruh kabupaten kota yang ada.
"Kedepan diharapkan lomba inovasi tingkat kabupaten kota juga dapat dilakukan, tapi untuk tahap pertama kita lakukan dulu ditingkat OPD yang ada," tambahnya.
Azrin menyatakan inovasi ini bersifat wajib sebagaimana telah diatur untuk merangsang setiap OPD, agar selalu berinovasi dalam setiap tahun anggaran bahkan harus adanya perbaikan-perbaikan dalam menyusun program kerja kedepan.
"Intinya untuk mengejar ketertinggalan, dan perubahan kearah perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, baik peningkatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan maupun produksi yang dilakukan," pungkasnya.(afm)
Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33 Persen Triwulan I 2026, Angka Pengangguran dan Ketimpangan Gender Menurun
Bupati Anwar Sadat Sambut dan Apresiasi Kunjungan Menkes RI ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal
Dorong Daya Saing Daerah, Abun Yani Sampaikan Ranperda Inisiatif Fasilitasi HKI Jambi
Drg Iwan ke Pelatnas Dayung Usul Nama Mutiara Danau Sipin Ditetapkan Secara Nasional
Produksikan Dua Sumur, Produksi Pertamina EP Jambi Field Capai 3.105 BOPD
Realisasi Anggaran PUPR Melejit dari 70 Jadi 80,7 Persen, Komisi III Akan Cek ke Lapangan


Kejati Jambi dan Angkasa Pura II Teken PKS, Perkuat Kepatuhan dan Pendampingan Hukum


