15 Pegawai RSUD Raden Mattaher Jambi Pensiun, drg Iwan: Kita Sama-sama Punya Sejarah



Senin, 30 Desember 2019 - 10:15:40 WIB



Drg Iwan Hendrawan menyerahkan cinderamata secara simbolis kepada pegawai yang pensiun di RSUD Raden Mattaher Jambi, Senin (30/12/2019)
Drg Iwan Hendrawan menyerahkan cinderamata secara simbolis kepada pegawai yang pensiun di RSUD Raden Mattaher Jambi, Senin (30/12/2019)

JAMBERITA.COM - RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi menggelar upacara disiplin akhir tahun, sekaligus penyerahan cindra mata secara simbolis kepada 15 pegawai yang memasuki masa pensiun.

Upacara berlangsung di lapangan utama RSUD Raden Mattaher, Senin (30/12/2019). Diikuti oleh para pegawai, tenaga medis, mahasiswa kedokteran dan dipimpin langsung oleh Plt Direktur Utama drg Iwan Hendrawan.

"Saya mewakili keluarga besar RSUD Raden Mattaher mengucapkan terima kasih kepada yang pensiun telah mengabdi di rumah sakit," katanya.

Menurut Iwan, dalam menjabat atau dalam menjalani suatu karir untuk mengabdikan diri tentu, setiap orang punya jasa, setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya dan setiap orang mengukir sejarah, itu sudah dilakukan secara bersama sejak berdirinya rumah sakit.

"Kalau saya minimal sudah mengukir sejarah mungkin, sama sama kita jaga dan sama sama kita punya sejarah," ujarnya.

Terlepas daripada itu semua, Iwan menyatakan agar seluruh pegawai di RSUD Raden Mattaher Jambi tetap berkomitmen dan bertekad yang tinggi, bagaimana pelayanan terus ditingkatkan dan kesejahteraan juga difikirkan.

"Untuk itu apapun keputusan atasan, karena kita adalah Aparatur Sipil Negera (ASN) dimana saja, kapan saja, (harus) siap menerima perintah," terangnya.

Iwan juga menyinggung soal dirinya, kurang lebih selama 3 tahun menjabat sebagai pelaksana tugas dan Direktur SDM, mungkin ada bahasa, pola tindak dan pola fikir yang barangkali menyinggung semua pihak, dirinya mengucapkan permohonan maaf.

"Saya sebagai PLT selama ini mungkin ada bahasa, saya pola tindak, fikir dan keputusan (kebijakan-kebijakan) saya yang mungkin membuat orang tidak senang, saya secara pribadi mohon maaf," ungkapnya.

Setiap kebijakan kebijakan yang dilakukan, tentunya ada pihak yang merasa nyaman maupun yang tidak senang, mudah-mudahan yang terbaik untuk rumah sakit kedepannya. "Karena memang tidak semua orang bisa nyaman dan senang," jelasnya.

Lebih lanjut Iwan menegaskan, dalam institusi kesehatan/rumah sakit bukan hanya tempat bekerja, melainkan juga tempat semua pegawai yang berkerja untuk beramal ibadah, yaitu melayani setiap masyarakat yang datang karena dalam keadaan sakit.

"Kenapa beramal ibadah? Karena orang dalam keadaan sakit, bagaimana upaya kita untuk meningkatkan pelayanan, dan bagaimana juga kita dapat meringankan beban masyarakat," tuturnya.

Iwan mengatakan sejak Ia mendapat tugas atau menjabat di RSUD Raden Mattaher selalu Ia sampaikan, bahwa jangan pernah berfikir ketika sudah tidak ada lagi di rumah sakit, maka rumah sakit pemerintah ini tidak berjalan.

"Jangan pernah kita berpikir, ketika kita tidak ada disini rumah sakit ini tidak jalan, (tapi) rumah sakit ini tetap jalan, saya yakin, kita semua punya komitmen dalam meningkatan pelayanan," sebutnya.

Terkait dengan persoalan standar pelayanan di rumah sakit dan penilaian penilaian orang di luar terhadap rumah sakit tentunya berbeda. Maka dari itu Iwan berharap, semua dapat berpegang dengan standar yang sudah ditentukan.

"Secara aturan sudah diatur, bukan standar yang didirikan oleh orang-perorangan, persoalan suka atau tidak suka, misalnya ada yang kurang (ramah), masalah senyum, untuk itu kita harus melatih dan membiasakan senyum karena kita rumah sakit pemerintah," jelasnya.

Mereka yang pensiun mulai Januari-Desember 2019 itu sebanyak 15 pegawai, dr Husni Edy Taufik, Hj Haryati, Etty Suwarty, dr H Riadi Ali, Sukemi, Zainab, Azwarni Haryati, Jarlina, As'Ad, Bejo, Ahmad Yadi, Udjang Memed, Syam'an, Abd Rahman, Erwawati.(afm)





Artikel Rekomendasi