JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) menilai setidaknya ada 7 (tujuh) tantangan agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat berhasil di Indonesia.
Hari ini kesesuaian besaran iuran dengan manfaat yang diberikan serta penambahan jumlah peserta sehat menjadi kunci utama keberlangsungan sistem.
"Iuran naik tak otomatis menyelesaikan masalah, perlu perubahan bagaimana proporsi peserta yang sehat itu meningkat, artinya mereka yang daftar dalam kondisi sehat, jangan sudah sakit baru daftar," ungkap SAH dalam diskusi di Jakarta (12/12/2019) kemarin.
Selain itu menurut SAH, tantangan yang dihadapi meliputi standar tarif pelayanan kesehatan yang beragam antar rumah sakit untuk tindakan media yang sama, pengendalian biaya dan mutu layanan, distribusi keberadaan fasilitas kesehatan yang tidak merata di seluruh Indonesia, pengadaan obat yang sulit bagi rumah sakit kecil hingga sistem rujukan berjenjang.
SAH mengatakan dalam dua tahun terakhir BPJS Kesehatan telah melewati masa transisi. Di awal program peserta mandatori yakni pegawai negeri, karyawan perusahaan menengah besar telah bergabung. Maka ke depan badan harus dapat menjangkau lebih banyak masyarakat kecil.(*/sm)
SAH Tegaskan Era Presiden Prabowo Harus Jadi Titik Balik Kebangkitan Petani Indonesia
SAH Ungkap Data MBG di Jambi Serap Lebih 10 Ribu Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi Lokal
UBR Jambi 'Curi Start' Siapkan Generasi Emas, Gandeng MA Soleh Al Mubarok Lewat MoU
Srikandi PODSI Jambi Melaju ke Babak Final Pra-PON di Karawang Jabar
Didatangi Warga Malam-malam, Aktivitas Cafe Fellas yang Berdekatan dengan Masjid Menuai Protes


Kejati Jambi dan Angkasa Pura II Teken PKS, Perkuat Kepatuhan dan Pendampingan Hukum


