Politik Seharusnya Dalam Perspektif Anak Muda



Kamis, 07 November 2019 - 11:37:20 WIB



Oleh: Zulkarnain*

"Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah”

Bagi seorang aktivis seperti soe hok gie saja politik sudah begitu rumitnya.itu yang pertama disimpulkan dalam perkataan gie daitas.ketika pembicaraan sudah mengenai politik maka aka nada rasa dimana itu  hal yang tak penting dan membosankan barang kali,dan tentu saja dogma-dogma tentang kekotoran yang berisi diksi tidak ada gunanya dari barang bernama politik,intinya jika berbicara politk aku masa bodoh begitu kira-kira.begitulah realita pemikiran sebagaian masyarakat terhadap sistem kepentingan ini,dan hal semacam ini tidak memandang batasan usia baik tua muda bahkan lansia sama saja sama-sama berpikir Stereotipe dan tertutup,hal yang paling nyata terjadi dari tindakan tersebut adalah minimnya kesadaran politik yang jika diumumkan maka ini adalah ancaman yang nyata bagi partisipan politik cerdas.

Pertanyaan yang muncul sederhana,Sampai sejauh manakah kita bersikap menutup diri bahkan menindak diri untuk tidak akan mau tau tentang politik baik dalam pikiran atau bahkan tindakan???. Seorang penyair jerman pernah berkata” Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga harga komoditas, obat, tepung, makanan, tergantung pada keputusan politik. Orang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya akan lahir pelacuran, anak terlantar, politisi busuk serta rusaknya perusahaan nasional dan multinasional”kurang lebih begitulah pandangan beliau tentang politik jika ditelaah secara lebih luas akan terasa bahwa selamanya kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya politik,selama Negara ini masih berbentuk Negara maka politik akan terus ada dan menggiringi kita dalam perjalanannya.dari sudut pandang penyair tersebut dapat dilihat sebegitunya sistem politik di dalam dinamika kehidupan kita.

Berbicara politik lebih dalam tentunya kita semua hanya punya satu hak yang sama dalam waktu kontestasi politik di gelar yaitu hak untuk memilih dalam pemilihan Umum sekaligus sebagai simbol kedaulatan kita sebagai rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.peran serta kita dalam kontestasi politik tadi akan ikut menentukan banyak hal dalam keseharian kita. Menurut kelompok umur, penduduk yang masih tergolong anak-anak (0-14 tahun) mencapai 70,49 juta jiwa atau sekitar 26,6% dari total populasi. Untuk populasi yang masuk kategori usia produktif (14-64 tahun) 179,13 juta jiwa (67,6%) dan penduduk usia lanjut 65 ke atas sebanyak 85,89 juta jiwa (5,8%) data Penduduk berdasarkan usia pada tahun 2018.dari angka ini dapat disimpulan bahwa jumlah partisipan politik khususnya dari Generasi milenial sangat dominan.oleh sebab itu kecerdasan dalam partisipasi politik sangat dibutuhkan bahkan nalar kritis perlu ditumbuhkan agar dari sebuah kontes politik dapat menghasilkan pembuat kebijakan yang benar-benar berdasarkan hajat orang banyak khususnya seseorang yang visioner ke depannya sesuai dengan kehidupan milenial yang beradab tentunnya.

‘’Pemilu bukan untuk memilih yang terbaik,tetapi untuk mencegah yang terburuk berkusa” sepenggal kalimat dari Franz magniz suseno.terkhusus kepada kita para pemilik suara cerdas dalam memilih di kontes politik bukanlah suatu hal yang mahal kita punya suatu Hak dimana hak itu sendiri nanti akan mewakili kita dalam kehidupan kepentingan dan kewajiban kita.berbicara tentang partsipan politik dalam pemilu tentunya sekelompok anak muda bernama MAHASISWA yang berbicara mempunyai peran sebagai agen perubahan dan kontrol social justru mempunyai tanggung jawab sekaligus  porsi yang lebih dalam hal pencerdasan partisipan politik bukan hanya soal pribadi lalu lari.lantas apa hal yang akan bisa dilakukan untuk fungsi tadi? Dimulai dengan hal-hal yang sederhana dalam penyadaran pentignya partisipan politik cerdas bahkan dari lingkup diri sendiri pikiran sendiri di samping wajib ada hal baik yang ditularkan pada masyarakat tentang pentinggnya objektif dalam memilih pilihan pada kontestasi politik sehingga kelak Money politik atau patologi Panggung demokrasi lainnya menjadi tabu di kemudian era.dengan jumlah pemilih anak muda yang begitu membludak akan menjadi lumbung suara empuk bagi para  kontestan dengan berbagi strategi nya menawarkan visi misi dan berbagai pernak pernik meriah lainnya.si petahana membuat jagon Lanjutkan dan tuntaskan sedangkan sang penantang berdiri pada semboyan perubahan dan pembaharuan intinya nagaimana orang memilih mereka,disinilah kecerdasan pemikiran anak muda tadi wajib ditumbuhkan dan mulai lah menumbuhkan suatu itu secara adil karena keadilan yang nyata dimuai dari pikiran.

Karena sejatinya kita adalah zoon politicon insan yang tidak mampu hidup tanpa insan lainnya.mengikuti politik adalah hak kita sebagai manusia yang merdeka karena pada medannya politik tidak hanya dia yang berteriak memakai kaos dan memegang bendera Partai atau mereka yang membual yang diberi asupan demi Peningkatan elektoral figur semata.Tetapi kita semua punya peran masing-masing yang sangat dibutuhkan bangsa ini.jangan bosan bicara kebenaran agar demokrasi tak berakhir kesiasiaan,dan jangan benci politik karena itu adalah bagian dirimu sendiri.(*)

 

Penulis adalah: Mahasiswa Fisipol Unja*



Artikel Rekomendasi