Oleh: Rahmat Hidayat*
Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) adalah pesta demokrasi yang dilakukan oleh masyarakat desa untuk memilih pemimpinnya yang bersifat bebas,umum,langsung,adil,jujur dan rahasia.
Kabupaten Muaro Jambi ialah salah satu Kabupaten yang akan mengadakan pilkades serentak, ini merupakan gelombang ke III tahun 2019, pemilihan akan dilakukan pada hari Senin, 11 November 2019.
Hawa panas dari politik desa ini sudah terasa, apalagi sudah memasuki H-9 pemilihan. Masyarakat terbagi kiblat pada calon pilihannya dengan alasannya masing masing. Ada yang milih karena tetangga, balas budi, masih ada hubungan keluarga, memang sosoknya layak dan lainnya.
Isu Pendangkalan Pikiran
Berita Hoax dan black Campaign sudah sering hadir menghiasi pesta demokrasi kita, cuma kita sebagai pemilih harus cakap juga menghadapi berita tersebut. Diantara isu yang beredar yaitu:
1. Pemimpin yang ekonomi kuat.
Menggadangkan calon yang ekonominya kuat diharapkan nanti tidak korupsi. Tidak tepat juga kalau menilainya seperti itu, coba lihat berapa banyak kepala daerah, pejabat negara yang ekonominya kuat tapi masih juga kena tangkap KPK masuk buih ? Apakah bisa menjadi tolok ukur bahwa yang kaya itu akan baik dan amanah ? Pikirkan.
2. Pemimpin yang sudah menikah.
Memilih calon pemimpin itu yang sudah berkeluarga, gimana mau memimpin desa kalau mimpin keluarga aja belum, nanti siapa ibu PKK dan ibu kadesnya ? Bawa senyum aja bagi calon yang belum berkeluarga. Tidak ada syarat administrasi untuk menjadi pejabat/kades harus menikah, ini mau memilih pemimpin ideal atau keluarga ideal ? Camat Bahar Selatan itu perempuan, Bupati Muaro Jambi itu perempuan, Megawati dulu sebagai Presiden juga perempuan, lantas siapa ibu PKK dan lain lain ? Tentu ya diamanahkan ke yang lain. Kalau kadesnya sudah berkeluarga kemudian ditengah kepemimpinannya sang Istri wafat, lantas apa harus segera menikah lagi si kades untuk menggantikan ibu PKK nya ?
3. Pemimpin yang keluarganya bener.
Carilah calon yang keluarganya bener, saudaranya bener, gimana memimpin desa kalau keluarganya saja gak bener. Eitss jangan gagal paham ya, pribadi seseorang itu berbeda. Kalau pribadi si calon Ramah, Amanah, Agamanya kuat, Cerdas, Pengalamannya ada dan Adil kenapa tidak ? Nabi Muhammad dan Nabi Nuh saja yang menjadi pedoman tetap juga diberi cobaan keluarga dan lingkungan yang tidak baik, seperti pamannya dan Isterinya yang membangkang. Lantas apakah kita menyalahkan kepemimpinan Nabi Muhammad dan Nabi Nuh karena tidak mampu membawa mereka ke hal yang baik ?
Dalam pemilihan kadespun tidak menutup kemungkinan terjadinya Suap, baik dalam bentuk sembako, alat olahraga, pakain, alat ibadah maupun uang tunai. Belum lagi janji si calon akan membangunkan gedung ini itu dan lain lain. Apakah dengan semua yang diberikan itu membuat kita puas dengan kebijakan 6 tahun kedepan ? Bayangkan ketidak optimisan si calon dipilih oleh rakyat sehingga harus membeli suara, bagaimana nanti kalau jadi. Janji dibangunkan gedung ini gedung itu, semua calon bisa saja mewujudkan itu ketika dia duduk nanti, karena semua itu akan dibahas pada RPJM Des dan RKP Des kalau tembus ya ada anggarannya. Hehe
Mari kita sambut pesta demokrasi dengan gembira, ini merupakan salah satu pendewasaan demokrasi bagi kita semua. Jangan sampai karena beda pilihan yang dulunya sholat berjamaah dimasjid kini kalau ketemu buang muka, dulunya ketemu dipasar saling gurau tapi sekarang tidak, dulunya bertemu dijalan saling sapa sekarang tidak, dulunya ngopi satu meja sekarang lain meja. Ini berbahaya untuk kehidupan bermasyarakat. Pilkades hanya 1 hari tapi kita hidup bermasyarakat seumur hidup. Beda pandangan itu wajar, jangan sampai perbedaan itu diperuncing yang akhirnya membuat perpecahan. Jokowi dan Prabowo mengajarkan kita bahwa politik itu Dinamis dan kepentingan umum itu yang utama.
Jika ingin melihat kualitas pemimpin, lihat siapa pengikutnya.
*Dewan Penasehat dan Konsultasi IMABA, Pengurus HMI Cabang Jambi,, Pemuda Bahar.
Kisah Organisasi Pemuda Ujung Barat Jambi Candradimuka IPPOS (Bag 2)
Sumpah Pemuda: Zaman Boleh Berubah, Perjuangan Boleh berbeda, Tapi Semangat Jangan Kendor
Kisah Candradimuka Ippos Organisasi Pemuda Tua Ujung Barat Jambi (Bag 1)


Menambal Asa di Jalur Penyangga : Komitmen PUTR Jambi Benahi Infrastruktur Jalan Padang Lamo



