Museum Mini di Desa Air Hitam Laut, Koleksi Benda Kuno Berusian Ratusan Tahun



Kamis, 24 Oktober 2019 - 09:39:48 WIB



Beberapa koleksi di Museum Mini di Desa Air Hitam Laut
Beberapa koleksi di Museum Mini di Desa Air Hitam Laut

JAMBERITA.COM, MUARA SABAK - Museum Mini yang berada di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), saat ini kondisinya belum terlalu dikenal luas oleh masyarakat yang berada di luar Kecamatan Sadu.

Sejatinya, museum ini menyimpan berbagai macam benda - benda peninggalan masa lalu yang telah berusia ratusan tahun dengan berbagai bentuk.

Abdul Talib, pengurus Museum Arkeolog Mini Wali Peetu ini mengatakan, pada tahun 2004 lalu museum yang terletak tengah pemukiman warga Desa Air Hitam Laut ini telah diresmikan oleh Zulkifli Nurdin yang pada waktu itu menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jambi.

Terlihat, beberapa peninggalan sejarah terkumpul rapi di museum mini tersebut, mulai dari kendi - kendi, cawan, botol arak keramik belanda, senjata dan batu nisan. Bukan hanya itu, sebuah amunisi meriam berukuran cukup besar yang diduga masih aktif juga tersimpan di Museum ini.

"Untuk amunisi bukan hanya ini saja, tetapi jumlahnya lebih dari satu. Dua amunisi yang lain sengaja kita kubur untuk mengawetkan agar tidak meletus. Karena sebelumnya, amunisi yang pertama kali ditemukan warga digunakan mereka sebagai alas/tungku masak dan akibatnya meledak cukup keras. Untungnya tidak memakan korban," ujar Talib.

Kebanyakan, benda - benda kuno yang ada di museum ini ditemukan warga di sekitar aliran sungai air hitam laut, ditengah laut saat warga sekitar melakukan aktifitas menjaring ikan dan ada pula yang ditemukan di sekitar pemukiman warga serta kebun - kebun milik warga sekitar.

Pada zaman dahulu terdapat sebuah buku peninggalan belanda yang mengisahkan, bahwasannya pada dahulu kala di wilayah Air Hitam Laut ini berdiri sebuah kerajaan kecil beserta perkampungan yang diberi nama kerajaan Tering.

Selain di museum ini juga masih banyak barang peninggalan yang dipegang oleh warga. Diprediksi barang - barang peninggalan tersebut, sudah ada sejak ratusan tahun silam, bahkan besar kemungkinan di wilayah ini masih banyak terkubur benda - benda sisa peninggalan yang berusia ratusan tahun.

Direncanakan kedepannya akan dibangun museum yang lebih bagus dan besar berbentuk kapal tradisional yang berlokasi di pinggiran pantai. Museum Mini ini sendiri kini masih dikelola oleh pesantren Wali Peetu di sebuah bedeng dengan ukuran 4x6 Meter.

"Kami berharap pemerintah daerah bisa membangun museum yang lebih besar dari yang ada saat ini dan berbentuk kapal tradisional di sekitar Pondok Pesantren Wali Peetu, agar menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar untuk datang ke Desa kita ini," ungkap Talib. (ipn)




Tagar:

# TANJABTIMUR

Artikel Rekomendasi