Catatan Perjalanan Ikuti Media Gathering SKK Migas - FJM Jambi di Kerinci

Dari Keliling Kebun Teh Langsung Nikmati Arabica Kerinci Hingga Pelatihan Drone


Minggu, 13 Oktober 2019 - 07:46:24 WIB



SKK Migas bersama Forum Jurnalis Migas (FJM) Jambi melakukan media gathering di Kayu Aro, Kerinci mulai dari 9 - 11 Oktober. Meskipun terkesan yang terlihat adalah sebuah perjalanan, tetapi banyak hal ilmu maupun pelatihan yang dilakukan selama 3 hari itu. Mulai dari penjelajahan Geopark di Museum Merangin hingga pelatihan penggunaan drone.  Berikut catatan perjalanannya.

 M Amin Khudori- Kerinci

Mulai dari perjalanan 9 Oktober,  kami bertolak dari Jambi menuju Kerinci. Namun sebelum ke Kerinci kami mampir ke Merangin.  Kami mengunjungi Museum Geopark Merangin. Sebenarnya niat awal FJM akan dibawa langsung ke Geopark tersebut. Namun karena faktor alam kami urung kesana.

Meskipun begitu, Museum sendiri menunjukkan bahwa kekayaan alam Jambi memang sangat menakjubkan. Karena didalam museum ditampilkan bentuk-bentuk fosil purbakala yang ada di Merangin dan juga Kerinci. Karena Geopark ini tidak bisa dipisahkan antara Kerinci dan Merangin. Didalam museum disuguhkan bentuk tanaman yang sudah mengeras, hewan dan tumbuhan endemik Jambi yang sudah diawetkan. Bukan hanya itu, didalam museum ini juga menyajikan sebuah budaya yang masih ada hingga saat ini di tanah Merangin.

Bertolak dari museum, semuanya langsung tancap gas menuju Kayu Aro, Kerinci. Sebelum sampai ditujuan, FJM dan SKK Migas sendiri disuguhkan makanan khas, mulai dari Lemang Kantong Semar, Ikan Semah, dan makanan lainnya. Sesampai di Kayu Aro pada tengah malam disambut dengan cuaca dingin yang memang menggambarkan tanah Kerinci, FJM langsung diberi waktu istirahat di tempat yang sudah dipersiapkan sebelum keberangkatan. Tempat istirahat ini sangat dekat dengan pabrik teh kayu aro dan kebun teh itu sendiri.

Esok harinya, 10 Oktober, para jurnalis sendiri langsung dibawa berkeliling di hamparan kebun teh terluas di dunia. Berkeliling kebun teh ini langsung dipandu oleh Asisten Kepala PTPN VI Unit Usaha Kayu Aro, Hery Kurniawan.

Disana beliau menjelaskan luas hamparan kebun teh yang ada, berapa banyak pekerja yang ada, hingga sejarah dari pabrik teh itu sendiri yang sudah ada sejak 1925. Puas berkeliling hamparan kebun teh, ternyata PTPN VI sendiri juga menanam 500 hektare kopi jenis arabica. Ketika berada di pabrik, Asisten Kepala PTPN VI sendiri menjelaskan proses pemetikan, pelayuan, hingga tahap terakhir proses tester untuk menentukan kualitas dari teh. Kualitas teh sendiri itu ada 3 kelas, yaitu Grade 1, Grade 2, dan Grade 3.

Semua grade itu adalah kualitas yang baik, tidak ada kualitas yang buruk. Yang membedakan hanya kandungan partikelnya saja. Malahan yang diekspor keluar itu tidak hanya Grade 1, negara luar juga ada yang meminta Grade 3. Karena itu semuanya akan di blending untuk mendapatkan rasa yang pas dilidah para penikmat teh.

Termasuk juga isu warga lokal hanya dapat cicipi teh yang kelas tidak baik, karena jenis teh itu tidak semuanya disukai. Makanya ada proses blend untuk penciptaan rasa yang pas, dan itu semua adalah perpaduan semua kluster dari teh itu sendiri. Hanya saja FJM dan SKK Migas tidak bisa melihat proses secara langsung di pabrik tersebut karena ada tamu dari Unilever untuk melihat teh tersebut.

Siangnya, tim bergerak menuju ke objek wisata Air Terjun Telun Berasap yang memang sudah jadi destinasi wisata yang masuk dalam list 'Pesona Indonesia'. Air terjun tertinggi kedua di Provinsi Jambi ini memiliki catatan tersendiri, karena memang hentakan air itu sampai ke tempat para pengunjung melihat kekayaan alam ini. Beruntungnya, ketika berada di destinasi itu, muncul pelangi yang menambah indahnya air terjun ini.

Puas dengan wahana air terjun, FJM bergerak menuju perkebunan kopi milik warga yang merupakan usaha mikro. Disana juga dijelaskan secara detil mulai dari penanaman, pengolahan, hingga tahap distribusi penjualan. Perkebunan kopi yang didatangi FJM adalah kopi arabika.

Disana dijelaskan bahwa kopi ini sendiri dalam 1.5 tahun sudah menghasilkan dalam artian sudah bisa panen, malahan dalam 2 tahun modal yang dikeluarkan diawal sudah bisa kembali. Hal ini memang memungkinkan karena saat ini trend kopi sedang masif ditengah masyarakat ditambah lagi kedai kopi yang sudah sangat menjamur.

Selain melihat proses dan penjelasan mendetil, FJM dan SKK Migas dipersilahkan mencicipi kopi hasil perkebunan yang sudah diracik. Ini memang menarik karena dalam waktu dekat juga Belgia berencana untuk membeli kopi Kerinci, ini menjadi sebuah prestasi yang baik untuk Provinsi Jambi.

Selain pabrik teh dan juga perkebunan kopi, tim juga dijamu oleh budaya yang ada di Kerinci. Ketika berada di Bukit Rindu, tim disuguhkan dengan kesenian kuda kepang dan juga seni bela diri Setia Hati yang diperagakan di Bukit Swarga yang memang langsung berhadapan dengan gunung tertinggi di Sumatera, Gunung Kerinci.

Di bukit inilah tim bertemu dengan Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher. Ami Taher sendiri mengapresiasi media gathering yang dilakukan karena akan membuat Kerinci lebih dikenal, ditambah lagi akan membuat banyak orang terutama wisatawan untuk berkunjung ke Kerinci. Ditambah lagi memang dalam waktu dekat akan ada Festival Kerinci yang akan dilaksanakan. Tim menghabiskan malam itu di Bukit Swarga bersama Wakil Bupati serta Kepala Dinas Pariwisata.

Hari terakhir, FJM disuguhkan pelatihan penggunaan drone. Drone sendiri bukanlah hal baru, karena rata-rata alat ini sudah dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk juga kerja jurnalis. SKK Migas sendiri mendatangkan langsung narasumber dari Jakarta untuk pelatihan drone ini.

Muhammad Rafli yang menjadi pemateri menjelaskan secara rinci mengenai drone ini, mulai dari bentuk drone, kegunaan drone, hingga kecanggihan dari setiap drone itu sendiri. Yang menjadi poin penting yang disampaikan adalah memainkan drone harus dengan perasaan dan tidak gugup. Ditambah lagi ketika menggunakan drone harus melihat beberapa ketentuan untuk keamanan, seperti harus di lapangan terbuka atau tidak didalam area yang dilarang bermain drone. Setelah materi itu sendiri langsung dilakukan pengaplikasian menggunakan drone.

Terakhir, sebelum tim bergerak untuk kembali ke Jambi, FJM bersama SKK Migas menikmati suasana sore di Sungai Penuh, tepatnya di Jembatan Layang. Disana memang sangat ramai karena warga sekitar melakukan aktivitas sore seperti memancing ataupun berjualan seperti yang sering dilihat di seputaran Tugu Keris Siginja. Sebelum melakukan perjalanan langsung ke Jambi, tim dijamu oleh Bupati Merangin, Alharis untuk makan malam sebelum akhirnya bergerak ke Jambi. (am)



Artikel Rekomendasi