Negaraku di Persimpangan Jalan



Sabtu, 28 September 2019 - 14:46:36 WIB



Oleh: Imam Badawi*


Pada tahun ini kita dihadapkan dengan kontroversi RKUHP dan bermacam RUU yang akan di sahkan. Dari kontroversi ini menimbulkan persoalan-persoalan yang luar biasa. Kenapa demikian.? Pertama, menimbulkan sebuah gerakan penolakan dari mahasiswa, kedua mempertontonkan kebodohan Dewan Perwakilan Rakyat, ketiga memperlihatkan kecerobohan pemimpin negara ini, keempat memperlihatkan refresif nya aparat penegak Hukum, kelima mempertontonkan pendapat-pendapat yang konyol dari para ahli dan akademisi, dan keenam meyebabkan disintegrasi antar anak bangsa.

Perlu kita sadari dan ketahui, bahwa negara Indonesia ini adalah negara yang majemuk, tidak semua hukum bisa kita terapkan di masing-masing daerah. Karena disetiap daerah memiliki tradisi sendiri dalam penyelesaian masalah nya. Semestinya harus kita benahi dari sekarang, banyak hukuman-hukuman yang bisa diterapkan sesuai dengan kearifan lokal, kenapa kita tidak menjadikan itu sebuah landasan. Apakah negara kita malu memperlihaktan kearifan lokalnya.? Atau justru negara kita terjajah sejak dalam fikiran.? Atau kah negara kita terbiasa dengan sebuah plagiat bangsa lain. Riskan melihat semua ini.! bangsa yang besar seperti ini, seperti tidak memiliki jati dari.

Para pemangku kekuasaan hanya ribut masalah pembagian mengrogoti memakan darah saudaranya sendiri. Adapakah dengan bangsaku.! Semua Nilai-nilai dan dasar negara ini, hanya menjadi simbol-simbol serta semboyan yang termakan zaman. Hilang rasa kejujuran, hilang rasa malu, muncul kebiadaban, dan lupa jalan pulang. Inilah negaraku Indonesia.

*Mahasiswa Unja







loading...