JAMBERITA.COM- Salah satu bakal calon Bupati Batanghari Hj. Yunninta Asmara, SH terus mematangkan rencana pemberian insentif bagi para imam masjid yang tinggal di daerah masyarakat yang kurang mampu, di luar program pegawai syara yang telah berjalan.
Ahmad Raihan Juru bicara YA Center dan Bulian (20/9) mengatakan hingga saat ini mengaku belum menentukan jumlah insentif, bagi para imam masjid di Batanghari, namun ide untuk memberi insentif imam mesjid telah pasti masuk dalam visi Batanghari Unggul ibu Yunninta Asmara.
"Insya allah dalam visi Batanghari unggul ibu Yunninta berkomitmen untuk memberi insentif para imam mesjid di Batanghari, jelas pengacara muda tersebut," katanya.
Meski baru Visi misi Aan mengaku pihaknya telah mensinkronisasikan data para imam yang akan mendapatkan insentif tersebut bersama dengan instansi terkait, sehingga visi misi ini lebih terukur, imbuhnya.
"Kalau besarnya insentif yang akan diberikan kepada para imam tersebut, tentu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Berbeda dengan gaji yang besarnya sudah ditentukan dan diberikan setiap bulan," katanya.
Terkait jumlah imam penerima insentif tersebut, menurutnya, saat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Majelis Dakwah Indonesia (MDI) terutama Kantor Kementerian Agama RI di Batanghari.
"Data-datanya tentu ada pada instansi-instansi tersebut, kalau dari data asal ada sekitar 500 imam yang akan mendapatkan insentif. Tapi tentu akan dicek ke lapangan lagi, karena yang akan mendapatkan insentif ini adalah para imam masjid yang tinggal di pemukiman yang ekonomi masyarakat nya menengah kebawah, karena inilah komitmen ibu Yunninta Asmara bagi Batanghari Unggul.
Pogram pemberian insentif bagi para imam masjid yang tinggal di sekitar kawasan masyarakat kurang mampu ini tidak diharuskan memiliki kriteria khusus.
"Visi Batanghari Unggul juga ingin memperhatikan imam-imam masjid yang tinggal di daerah yang masyarakatnya tergolong pada ekonomi menengah kebawah. Caranya dengan memberikan insentif," katanya.
Karena Visi Batanghari Unggul mengharapkan para imam tersebut akan mempunyai motivasi lebih untuk dapat memimpin masyarakat disekitarnya melaksanakan ibadah di masjid. Sehingga masjid-masjid yang ada akan semakin ramai dengan aktivitas keagamaan.
"Tapi yang diberikan itu insentif, yang disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Berbeda dengan masjid paripurna yang diberikan gaji tetap setiap bulannya,” pungkasnya.(*/sm)
Warga Pemayung ini Sebut Nomor Urut Satu Bagi Paslon Yuninta-Mahdan Simbol Kemenangan
Dukungan Tak Terbendung, Warga Desa Rawa Mekar Teriakkan Yunninta-Mahdan Harga Mati
Tolong! Sudah 4 Hari Belum Pulang, Bagi yang Melihat Anak Ini Hubungi Nomor Keluarga Dibawah Ini
Kembalikan Formulir, Gubernur Jambi Fachrori Umar Resmi Mendaftar PDIP







