Satgas Karhutla Ajukan Rekayasa Cuaca di Wilayah Jambi



Sabtu, 14 September 2019 - 10:51:22 WIB



JAMBERITA.COM- Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi/Danrem 042/Gapu Kol Arh Elphis Rudy menyatakan ada peningkatan jumlah titik hotspot di seluruh wilayah Indonesia termasuk di wilayah Jambi.

"Terutama di daerah rawan karhutla seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatra Selatan dan Jambi dan juga daerah-daerah lainnya," katanya, Sabtu (14/9/2019).

Itu berdasarkan hasil Rakor Pengendalian di Kemenkopolhukam Jakarta.

Menurut Rudy, peningkatan ini diindikasikan sebagai akibat dari masyarakat mengejar waktu tanam sebelum datangnya musim hujan. Khususnya di Jambi sendiri juga ada peningkatan sampai menyentuh sekitar 150- an titik api dalam seminggu terakhir terbanyak di wilayah Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjab Timur.

"Satgas Karhutla terus berusaha melaksanakan pemadaman dan pendinginan titik api di tengah kesulitan dan kendala berupa panas terik, angin kencang serta semakin terbatasnya sumber-sumber air karena kanal dan embung-embung air yang kering serta lokasi yang jauh dan sulit dijangkau," terangnya.

Satgas juga melakukan berbagai upaya, mulai dari pembuatan kanal-kanal cacing untuk melokalisir meluasnya kebakaran dan pemadaman dengan penyiraman, manual dengan perlengkapan seadanya karena kesulitan air dan juga dengan pengeboman dengan water bombing.

"Alhamdulillah sampai pukul 08.42 pagi ini titik api semakin menurun menjadi 26 titik api," jelasnya.

Jambi saat ini memang sangat membutuhkan adanya rekayasa cuaca untuk menurunkan hujan. Karena itu, pihaknya juga sudah mengajukan permintaan ke BPPT, namun demikian daerah yang akan mendapatkan prioritas TMC (teknologi modifikasi cuaca). Sesuai kondisi wilayah yang paling memerlukan saat ini adalah Riau, Sumsel dan Palangkaraya (Kalteng).

"Demikian pemerintah dibawah koordinasi BNPB akan membentuk Tim PPRC (pasukan pemadam reaksi cepat) dimana pesawat TMC sudah dimuati bahan baku rekayasa cuaca sambil menunggu berkumpulnya akumulasi 70 persen awan sebagai prasyarat rekayasa cuaca di daerah tertentu yang akan terus dipantau permenit oleh BMKG," tegasnya.

Apabila sudah memenuhi syarat, kata Rudy maka pesawat langsung diterbangkan untuk menyemaikan benih hujan buatan. Jadi BMKG Jambi juga akan terus memantau akumulasi 70 persen awan diatas Jambi untuk dilaporkan ke Tim PPRC sehingga masih ada kemungkinan Jambi juga akan diberi hujan buatan.

"Jika kondisi memungkinkan dengan menggeser pesawat TMC yang standby di Pekanbaru dan Palembang," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi