JAMBERITA.COM- Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan Sutan Adil Hendra (SAH) menilai dunia perguruan tinggi perlu memperbaiki manajemen risetnya. Tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga cara kerja riset agar lebih efektif dalam menghasilkan riset yang berkualitas.
Menurut Anggota DPR yang dikenal konsen dengan pendidikan ini, saat ini dana riset Indonesia sekitar 80 persennya berasal dari pemerintah. Belum banyak industri maupun lembaga yang mau mengalokasikan dana penelitian.
"Perbandingan jumlah peneliti dengan jumlah penduduk Indonesia juga kecil. Besaran anggaran penelitian juga kecil, itupun 80 persen masih disediakan oleh pemerintah, belum banyak pihak swasta yang mensupport riset tanah air," ungkapnya (29/8) di Jakarta kemarin.
Dalam hal ini SAH mengatakan, publikasi ilmiah internasional adalah salah satu cara agar ilmuwan Indonesia bisa masuk ke jantung ilmu pengetahuan. Pada akhirnya, upaya tersebut akan meningkatkan sumber daya manusia pendidikan tinggi, tapi kesemuanya berawal dari dunia riset atau penelitian, bebernya.
Sehingga SAH berkeyakinan kewajiban dosen untuk mempunyai publikasi ilmiah yang terindeks Scopus sebagai cara agar peneliti Indonesia tidak terjebak pada predstory publisher atau jurnal predator yang hanya mementingkan keuntungan bagi penerbit semata, hanya saja ada konsekuensinya, ada biaya yang harus ditanggung oleh peneliti untuk bisa menjangkau Scopus.
"Biayanya jangan dibebankan ke dosen atau penelitinya. Kalau Kemenristekdikti ada anggaran, dipakai untuk itu," harapnya.
Selain soal publikasi ilmiah, SAH mengatakan hal lain yang penting diperhatikan ialah dampak penelitian itu. "Publikasi satu hal penting, tapi impact juga penting. Kalau melakukan riset, harus menyelesaikan permasalahan," katanya.
Di luar negeri SAH mengatakan banyak keterlibatan industri dalam penelitian. Penelitian yang dikembangkan menjawab persoalan yang dihadapi industri. Bagaimana menerapkan teori-teori ilmiah dalam menyelesaikan persoalan itu menjadi kontribusi akademisi.
"Industri datang karena percaya. Kepercayaan itu karena adanya penelitian yang berkualitas. Kalau penelitian bagus, industri akan datang," katanya.
Ia menambahkan, publikasi hanyalah alat untuk membagi ide peneliti. Jika penelitian itu berkualitas maka publikasi akan datang sendiri, dan dosen bisa produktif melakukan penelitian dan menulis publikasi ilmiah, karena memiliki motivasi meneliti akan tumbuh jika dosen mempunyai kultur akademik yang baik.(*/sm)
SAH, Bapak Beasiswa Jambi Ajak Masyarakat Jaga Kepercayaan terhadap Rupiah
Kader Gerindra Wajib Jaga Marwah dan Kehormatan Pemerintahan Prabowo
Perkumpulan Hijau Jambi Sayangkan WWF-Indonesia Manfaatkan Artis Endorse Soal Karhutla
Hidayat Pimpin Resimen Mahasiswa Sultan Thaha Provinsi Jambi periode 2019 - 2022
Komentari Karhutla di Jambi, Luna Maya dan Sejumlah Artis Kok Sebut WWF-Indonesia
SAH, Bapak Beasiswa Jambi Ajak Masyarakat Jaga Kepercayaan terhadap Rupiah

