JAMBERITA.COM - "Tanpa rakyat, TNI bukan siapa-siapa," demikian pesan Jenderal Besar Soedirman yang selalu jadi motor penggerak seluruh korps Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam semangatnya menjaga dan melayani masyarakat Indonesia.
Program TMMD reguler ke 105 Kodim 0415/Batanghari di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari sudah memasuki H 18 sejak secara resmi di buka pada 11 Juli 2019 oleh Bupati Batanghari Syahirsah.
Program ini awalnya dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD) digagas pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan di daerah pinggiran, tertinggal, terisolasi, dan terbelakang secara geografis, sulit terjangkau untuk meningkatkan percepatan pembangunan.
Komandan Satuan Tugas (Dan Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Letkol Inf Widi Rahman mengatakan, keberhasilan TMMD selaras dengan tujuan dan sasarannya.
Dikatakan Dandim 0415/Batanghari ini, TMMD bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
"Dan paham masalah wawasan kebangsaan, tumbuh jiwa gotong royong, sadar akan bela negara serta terpelihara dan meningkatnya kemanunggalan TNI-Rakyat," kata Widi Rahman, Minggu (28/7/2019).
Menurut Widi, untuk mencapai keberhasilan itu harus diwujudkan dengan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan, baik sasaran fisik maupun non fisik.
"Inilah indikator dari keberhasilan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini," tuturnya.(*/sm)
Keberhasilan TMMD, Sasaran Tercapai dan Tercipta Kemanunggalan TNI dan Rakyat
JAMBERITA.COM - "Tanpa rakyat, TNI bukan siapa-siapa," demikian pesan Jenderal Besar Soedirman yang selalu jadi motor penggerak seluruh korps Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam semangatnya menjaga dan melayani masyarakat Indonesia.
Program TMMD reguler ke 105 Kodim 0415/Batanghari di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari sudah memasuki H 18 sejak secara resmi di buka pada 11 Juli 2019 oleh Bupati Batanghari Syahirsah.
Program ini awalnya dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD) digagas pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan di daerah pinggiran, tertinggal, terisolasi, dan terbelakang secara geografis, sulit terjangkau untuk meningkatkan percepatan pembangunan.
Komandan Satuan Tugas (Dan Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Letkol Inf Widi Rahman mengatakan, keberhasilan TMMD selaras dengan tujuan dan sasarannya.
Dikatakan Dandim 0415/Batanghari ini, TMMD bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
"Dan paham masalah wawasan kebangsaan, tumbuh jiwa gotong royong, sadar akan bela negara serta terpelihara dan meningkatnya kemanunggalan TNI-Rakyat," kata Widi Rahman, Minggu (28/7/2019).
Menurut Widi, untuk mencapai keberhasilan itu harus diwujudkan dengan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan, baik sasaran fisik maupun non fisik.
"Inilah indikator dari keberhasilan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini," tuturnya.(*/sm)
Awalnya Takut Jadi Orang Tua Asuh bagi Satgas TMMD, Aminah Kini Takut Kehilangan
Mengenal Sosok Dansatgas TMMD Letkol Widi Rahman: Pemimpin yang Tegas dan Mampu Merangkul Masyarakat
Program TMMD Bangkitkan Semangat Gotong Royong Warga di Desa Ladang Peris
Perancang Kanwil Kemenkum Jambi Kawal Penuntasan Ranperda Insentif & Kemudahan Penanaman Modal

