PUPR Provinsi Jambi Perkirakan Akses Menuju Pelabuhan Ujung Jabung Segera Rampung



Kamis, 13 Juni 2019 - 07:20:26 WIB



M Fauzi
M Fauzi

JAMBERITA.COM - Akses jalan sepanjang 42 Kilometer menuju Pelabuhan Ujung Jabung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi Jambi segera rampung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi M Fauzi mengatakan, bahwa tim pembebasan lahan memperkirakan akses jalan menuju pelabuhan tersebut bakal siap dalam waktu dekat.

Karena menurut Fauzi, tahap konsultasi publik dan sosialisasi itu sudah selesai. Bahkan lahan yang dibebaskan nantinya akan dibuatkan jalan sepanjang 42 KM untuk memperlancar akses dan diproyeksikan menjadi pemicu berkembangnya pelabuhan dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Sekarang tim sedang memasuki tahap pen lock (pemancangan). Nanti tinggal penetapan lokasi jalan, setelah ditetapkan dan dapat tanda tangan Gubernur baru kita bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan badan spasial akan melakukan pembayaran pada pemilik lahan," ungkapnya, Selasa (11/6/2019).

Untuk gambaran kedepan Fauzi mengaku pihaknya akan membuka akses jalan terlebih dahulu. Karena ada titik yang harus mereka buka dan ada pula beberapa titik yang harus dilakukan pelebaran. "Kan ada yang sudah, ada jalannya dan ada yang belum, akan kita generalisasikan, artinya jalan yang belok akan kita luruskan," terangnya.

Lebih lanjut, pembebasan lahan ini ditargetkan bulan Juni ini sudah selsai, sedangkan untuk pekerjaan fisik, kata Fauzi akan dilakukan secara bertahap. "Yang jelas tahun ini untuk bebaskan lahan ada Rp62 Miliar," jelasnya.

Anggaran yang dialokasikan itu juga selain untuk pembebasan lahan jalan menuju pelabuhan juga termasuk untuk pembebasan di Jalan Patimura (setelah Lapas Kota Jambi). "Nanti setelah selesai di Tanjabtim akan ke Pattimura sampai ke perbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi," tambahnya.

Untuk tahapan non formal sendiri, sebut Fauzi sebenarnya sudah dilakukan pihaknya mulai dari bulan Juni, namu sedikit terkendala karena adanya penolakan dari warga. "Ada satu warga yang tak mau membebaskan lahannya, masih alot untuk itu nanti kita juga koordinasi dengan Walikota Jambi," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi