Bawaslu Batanghari Sebut Daerah Ini Rawan, Apalagi Pernah Ada Penggelembungan Suara



Senin, 08 April 2019 - 12:40:27 WIB



JAMBERITA.COM - Bawaslu Batanghari masih melakukan instrumen terkait daerah rawan untuk pemilu 2019 dari berbagai aspek. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bawaslu Batanghari, Indra Tritusian.

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyebaran instrumen kerawanan TPS. Pihaknya diberi waktu hingga 11 April mendatang untuk menyelesaikan. "Namun berdasarkan pengalaman, ada beberapa desa di Kecamatan yang memang rawan," katanya.

Ia menyebutkan, daerah rawan tersebut adalah Desa Batu Sawar di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Desa Bungku di Kecamatan Bajubang, dan Kecamatan Pemayung ada di Desa Kaos dan Pulau Raman. Kerawanan ini dikarenakan memang akses serta letak geografis yang hampir ekstrim. "Diluar itu juga karena pada pemilu 2014 sebelumnya ada kejadian kehilangan kotak suara serta adanya penggelembungan suara," sebut alumni STAI Muara Bulian.

Tetapi pihaknya pastikan untuk kerawanan dalam hal adu fisik selama ini tidak terjadi. Bahkan pada pemilu sebelumnya tidak terjadi hal seperti itu. Pihaknya juga tidak ingin kejadian ini terjadi. "Yang memang jadi perhatian saat ini memang potensi perselisihan antar caleg," ujarnya.

Bagaimana dengan potensi penyelenggara tidak netral, apalagi yang ada didaerah terpencil yang notabene masuk dalam kategori rawan? Mantan Ketua Umum HMI Batanghari ini menyatakan tidak bisa memastikan hal itu, karena kembali kepada individu. "Yang jelas saat dilakukan perekrutan itu, kami cek keanggotaannya di Sipol. Jika ada maka akan dicoret, dan sejauh ini hampir 20 orang yang sudah dicoret karena terbukti sebagai anggota partai," tukasnya.(am)



Artikel Rekomendasi