Peneliti Senior LIPI Nilai PSI Berikan Award Kebohongan Tak Etis



Minggu, 06 Januari 2019 | 09:47:54 WIB



Siti Zuhro (Berkerudung) saat kunjungan di Jambi
Siti Zuhro (Berkerudung) saat kunjungan di Jambi

JAMBERITA.COM- Peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai tindakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan penghargaan (award) kebohongan untuk calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, serta politikus Partai Demokrat Andi Arief, tak etis dan melampaui batas. Siti mengatakan PSI semestinya berfokus pada tugas dan fungsinya sebagai partai politik.

"Fungsi partai politik itu melakukan pendidikan politik, mencerdaskan masyarakat secara politik, melakukan agregasi, melakukan artikulasi," kata Siti seperti dikutip dari Tempo, Sabtu, 5 Januari 2019.

Siti menuturkan, terlebih sebagai partai baru PSI harus berfokus melakukan konsolidasi internal demi memastikan lolos ke parlemen. Siti menganggap tugas penting PSI saat ini ialah melakukan sosialisasi agar dikenal dan berupaya membuktikan diri pantas menjadi wakil rakyat.

"Semua partai baru harus tahu dirinya, dia belum tahu ada di parlemen, dia belum tahu apakah bisa memenuhi kuota empat persen," kata Siti.

Siti juga menyebut tindakan PSI itu berbahaya dan bisa berbalik menyerang dirinya sendiri. Sebab, yang dikritik PSI adalah calon presiden-wakil presiden yang memiliki banyak massa, serta elite partai politik yang sudah mapan.

Award kebohongan kepada Prabowo, Sandiaga, dan Andi Arief itu ditandatangani Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni. Award disematkan kepada ketiga orang itu lantaran pernyataan terkait selang cuci darah Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM), membangun tol Cipali tanpa utang, dan tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok.(tempo.co)

 





loading...