REMBANG – Sehari menjelang penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103, beberapa warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengaku sedih dan juga gembira. Disatu sisi mereka sedih karena akan ditinggal Satgas TMMD yang sudah seperti saudara, senang karena infrastruktur desanya sudah memadai. Senin (12/11/2018)
Warga setempat Bapak Partowaji (78) Desa Pasedan RT 002 RW 004, mengatakan, dalam satu bulan terakhir, telah terjalin keakraban dengan seluruh anggota TNI yang bertugas dengan masyarakat setempat.
“Selama ini kami terbiasa bercanda ria disela-sela kegiatan, terlebih saat makan bersama, bekerja bersama sama, bahkan malam pun kami bercanda bersama dengan satgas TMMD,” katanya, didampingi istrinya.
Menurutnya, selama ini anggota Satgas yang tinggal di rumahnya, memberikan kesan istimewa mendalam bagi warga.
Tak hanya membangun infrastruktur dan sasaran nonfisik lainnya, anggota Satgas dengan beragam keahlian dan kepribadian yang baik, telah menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk kemajuan masyarakat.
Ada yang mengajar mengaji Al Qur'an, mencukur rambut gratis warga, memberikan layanan kesehatan gratis, membantu petani karet untuk meningkatkan produksi, berbaur sama anak-anak bersholawat dengan diiringi hadroh, membantu warga kesulitan dan mengangkut hasil pertanian.
Selain itu, warung-warung warga jadi ramai, anak-anak diajarkan bela negara, wawasan kebangsaan dan lainnya.
"Kami minta TNI sering-sering berkunjung ke desa kami, sehingga silaturahmi yang sudah terbangun tetap terjaga," katanya, dengan bibir bergetar menahan sedih.
“Kami bersyukur, para anggota TNI, telah bekerja dengan tulus ikhlas, membantu untuk meningkatkan kesejahteraan warga di desa kami yang berada di pelosok ini, " pungkasnya, seraya meneteskan air mata.(0720)
Dilaporkan oleh Nur Khamid, Kodim 0720/Rembang
LKM Insan Cita Faperta Unja Bakti Sosial di Yayasan Insan Madani
Lima Peserta Tuntaskan Program Pemagangan Nasional Angkatan 3 di Kanwil Kemenkum Jambi


