JAMBERITA.COM- Komisi VI DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan. Dalam rapat yang dilakukan pada Senin, 20 Agustus 2018 tersebut, hadir para direktur utama dari empat bank plat merah yang kerap disebut Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yaitu PT BTN (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk dan PT BRI (Persero) Tbk.
Keempat bank tersebut melaporkan pendapatan usaha semester pertama tahun 2018 sebesar Rp 135,8 miliar. Dimana angka tersebut lebih tinggi daripada periode sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 125,6 miliar.
Laba bersih juga menunjukkan perbaikan, di mana di semester pertama tahun lalu keempat Himbara tersebut memperoleh laba Rp 30,6 miliar sedangkan tahun ini di periode yang sama memperoleh laba Rp 34,9 miliar.
Di sisi sumbangan terhadap perpajakan, terjadi kenaikan sedikit di mana dalam semester pertama tahun lalu sumbangan pajak sebesar Rp 18,4 miliar dan saat ini di angka Rp 18,6 miliar. Dari catatan-catatan positif tersebut, hal yang sedikit menjadi kendala adalah turunnya valuasi saham bank-bank Himbara akibat adanya kelesuan aktivitas ekonomi global.
Ihsan Yunus, anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PDI P, mengapresiasi catatan kinerja bank-bank Himbara. “Saya mengapresiasi dan cukup puas dengan kinerja keuangan bank-bank Himbara. Saya mengapresiasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank-bank Himbara tahun ini dengan total Rp 96,7 triliun, di mana penyaluran terbesar diberikan kepada KUR usaha mikro sebesar Rp 41 triliun dan KUR ritel sebesar Rp 23,4 triliun.
Ini tentu angin segar bagi perekonomian rakyat yang ingin melakukan usaha di level menengah ke bawah, wong cilik. Kita harus berkaca pada situasi krisis moneter tahun 1997-1998 di mana 70% luran perekonomian kita ditopang oleh keberadaan UMKM. Kita harus terus memberikan prioritas pada UMKM,” ujar Ihsan.
Dalam kesempatan yang sama, Ihsan juga mengingatkan para direksi bank-bank Himbara untuk menjaga kinerja keuangan dan perusahaan agar tetap sehat. “Saya anjurkan agar non performing loan (NPL) selalu dipantau terus, harga saham harus diusahakan naik. Piutang-piutang yang sudah lama tertangguh dengan angka kolektibilitas (kol) 4 dan 5 berdasarkan BI checking, kredit macet, harus dicari solusi yang tepat,” imbuh Ihsan lebih lanjut.(*/sm)
RDP dengan Apindo dan Kadin, Ihsan Yunus Beri Masukan Penyelenggaraan OSS
Perdana, Defia Atlet Putri Indonesia Berhasil Meraih Medali Emas di Asian Games 2018
Viral... Penghuni Kalibata City Protes Bendera Merah Putih Dicopot
Kunjungan ke Sorong, Ihsan Yunus Apresiasi Realisasi Penyertaan Modal Negara
Progres Pemeliharaan Jalan Ranah Pemetik Capai 45 Persen, UPTD WDP Tinjau Lapangan

