SALATIGA - Di sela-sela kerja pengecoran jalan di Desa Bonomerto Serda Ahmad anggota Satgas TNI Manunggal Membangu Desa (TMMD) Reguler Ke-102 Kodim 0714/Salatiga meluangkan waktunya berkunjung ke rumah Mas Joko (34) pengrajin kostum kuda lumping, sekaligus sebagai ketua Seni budaya jaran kepang “Budhi Santoso” milik warga Desa Bonomerto Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.
Kuda lumping atau atau yang biasa disebut kuda kepang alias jaranan itu memang kesenian berasal dari Indonesia terutama pulau Jawa, akan tetapi kesenian ini termasuk kesenian terbilang cukup mahal. Karena semua perlengkapan yang dipakai harganya mahal dan terkesan mewah, seperti kostum penari kuda lumping saat dipakai pentas oleh Sanggar Jaranan BS (Budhi Santoso).
"Untuk harga kami jual satu set lengkap kostum penari kuda lumping adalah Rp. 1.500 000, per unit atau untuk satu orang penari, Harga tersebut bisa bertambah jika jenis aksessorisnya bertambah atau mungkin lain model, karena aksessoris penari kuda lumping banyak macam dan bahannya", ucap mas Joko. “Wah, mahal juga ya.... jadi jika dalam satu grup ada 4 orang penari sudah 6 juta”, ucap Serda Ahmad. " Satu grup penari minimal terdiri dari 4 orang penari, ada juga yang 6 orang bahkan ada yang 8 atau 10 orang penari, wah banyak juga modal ya mas", imbuhnya.(*)
Dilaporkan: Imam Chanafi
Kemenkum Jambi Gandeng BRI Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Daerah


