SALATIGA – Perkembangan keseluruhan obyek fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-102 Kodim/Salatiga sudah sangat signifikan dengan berbagai kendala dan masalah. Target yang belum terselesaikan diunit rumah tidak layak huni (RTLH) yang rata-rata terkendala pada kayu membuat kerangka atap sebelum dipasang asbes maupun genting. Namun dalam pengerjaan kerangka rumah ada juga mengalami keterlambatan material kayu, faktor cuaca dan medan kadang menjadi permasalahan utama.
Untuk itulah beberapa warga yang ingin membantu bapak Marimin (83) atau biasa dipanggil Mbah Mar, dengan sukarela mereka menyumbangkan beberapa pohon kelapa untuk diracik dan dibelah dijadikan kayu buat kerangka atap maupun papan landasan pengecoran. Salah satu orang yang berhati mulia adalah bapak Yatimin (40) warga dusun Karangdawung desa Bonomerto yang kesehariannya berprofesi sebagai penebang pohon dan mempunyai mesin senso untuk di sewakan. Tapi bapak Yatimin dengan sukararela membantu meminjamkan alat pemotong dan mesin sensonya untuk di gunakan satgas TMMD.
Serka Slamet terlihat mencincang-cincang pokok kelapa untuk dijadikan balok balok kayu, karena menurut Serka Slamet,"kepedulian, rasa ikhlas dan keantusiasnya warga yang mulai simpatik dengan TNI dan tetangganya, maka pembangunan RTLH milik bapak Pardi dengan banyak sumbangan tenaga, material kayu dan mesin pemotong kini tinggal dalam tahap kerangka rumah dan pengecoran teras. Kekurangan dan keterbatasan material kayu, disiasati warga dengan menyumbangkan bebarapa pohon kelapanya untuk dicincang untuk membantu pak pardi” ungkap bapak Rohman yang juga tetangga pak Pardi.
Semoga dengan banyaknya bantuan yang datang akan membuat RTLH pak Pardi cepat selesai dan dapat segera ditempati. Mengingat sampai sekarang bapak tersebut masih menumpang dirumah bapak Muhdi (43) saudaranya yang jaraknya hanya beberapa puluh meter dari ruamahnya sekarang.(*)
Dilaporkan: Imam Chanafi
Pertamina EP Bantu Padamkan Lima Titik Kebakaran Lahan di Jambi



