JAMBERITA.COM- Pencalonan kursi legislatif tahun 2019 tidak hanya diramaikan sejumlah politisi partai. Tapi juga diwarnai sejumlah mantan pejabat yang kini beralih profesi menjadi politisi. Mereka tersebar di sejumlah partai politik dan saat ini bersiap mengincar kursi parlemen.
Dalam catatan jamberita.com sejumlah mantan birokrat yang kini menjadi politisi adalah Rahmat Derita, Mantan Kadis Pendidikan Provinsi Jambi. Namanya masuk dalam daftar caleg di PKS. Ada Syharasadin, Mantan Sekda Provinsi Jambi yang maju dapil Kota Jambi dari Golkar.
Berikutnya ada Hefnizen, Mantan Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Jambi juga maju untuk Sarolangun-Merangin. Senada juga dengan M Rawi, Mantan Kadis UKM Provinsi Jambi dan Zaki, Mantan Kadis Perindag Provinsi Jambi. Rawi berlabuh ke Partai Berkarya dan Zaki ke PDIP.
Nama lainnya ada Muallimah mantan Kadis Pendidikan Provinsi Jambi ini bergabung ke PDIP dan juga mencalonkan diri sebagai caleg. Ada juga Yusuf yang lebih dahulu menjadi politisi dan kini menahkodai Hanura. Ia mantan Kepala BKD Kabupaten Bungo.
Meski ada beberapa nama juga yang infonya bakal pensiun tahun ini dan masih minta namanya tidak ditulis karena masih menjabat.
Ketua DPD DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto membenarkan ada sejumlah nama mantan birokrat yang bergabung. “Iya ada beberapa yang bergabung dari polisi hingga mantan kepala SKPD. Ada Ibu Muallimah, Mantan Kadis pendidikan, mantan kepala Diklat. Ada Zaki, matan Sekda Sarolangun dan juga Kadis Perindag,”katanya saat ditemui Selasa (3/7/2018).
Yang jelas, partainya mengejar target menang dalam Pemilu kali ini. “Kita menargetkan 10 pimpinan DPRD Kota/kabupaten dan 10 kursi DPRD Provinsi Jambi serta dua kursi DPR RI,”katanya.
Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Partai Golkar Provinsi Jambi, Sufardi Nurzain. Ia mengatakan, proses penyusuna caleg masih berlangsung. Memang ada beberapa nama dari kalangan birokrat yang bergabung maupun yang memang sudah lama bergabung. Yang jelas, Golkar menargetkan menang di Pileg. Apalagi saat ini ada 5 kepala daerah yang merupakan kader Golkar.
Pengamat Politik, Navarin Karim mengatakan kalangan mantan birokrat memang umumnya tidak ingin putus aktifitas pasca pensiun. Menurutnya, salah satu pilihannya menjadi politisi. Apalagi mereka menganggap posisi mereka yang baru pensiun masih diingat masyarakat.
“Mungkin mereka masih teringat hubungan jabatan di pemerintahan dengan penghormatan masyarakat. Mereka sekarang coba melalui jabatan politik,”katanya saat dihubungi jamberita.com.
Ia mengatakan, mereka maju bukan tanpa perhitungan. Paling tidak masih punya amunisi. Apalagi selama ini mereka cukup aktif di daerah dapil yang dipilihnya. Karena memilih daerah kampung halamannya sendiri. “Mengandalkan nama, paling tidak masih punya amunisi,”kata Navarin.(sm)
Siapkan Kader-Kader Berkualitas PAN Bungo Optimis Menangkan Pemilu 2019
Edi Minta Kasus Money Politic di Kota Jambi Berikan Efek Jera
Fraksi Golkar DPRD Provinsi Desak Fachrori Umar Segera Defenitifkan Kepala 4 OPD yang Masih PLT
BAPEMPERDA DPRD Provinsi Jambi Konsultasikan Ranperda Pengelolaan Tahura ke Kementerian Kehutanan


