JAMBERITA.COM- Pemungutan suara serentak Pilkada Jilid III baru saja diglar pada Rabu 27 Juni 2018. Pilkada kali ini digelar 171 daerah dari berbagai tingkat mulai dari Kabupaten/Kota hingga Provinsi.
Jambi merupakan salah satu provinsi yang terlibat Pilkada Serentak 2018, di mana terdapat tiga kabupaten/kota dengan total 2.520 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan pemilih terdaftar sebanyak 835.683 orang.
Adapun dalam Pilkada Serentak 2018 ini, pemungutan suara dilakukan untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati di dua Kabupaten, Kerinci dan Merangin, serta Walikota dan Wakil Walikota untuk Kota Jambi. Pilkada Kerinci tercatat memiliki 205,8 ribu pemilih terdaftar, Merangin sebanyak 254,7 ribu dan Kota Jambi sebanyak 382,2 ribu.
Walaupun hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau real count, masih berlangsung dan belum menghasilkan pengumuman resmi terkait pemenang di masing-masing daerah, hasil hitung cepat (quick count) dari berbagai lembaga yang dirilis langsung pada hari pencoblosan sudah menunjukkan calon-calon yang unggul dari masing-masing daerah.
Di Merangin, hasil hitung cepat menunjukkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Al Haris-Mashuri unggul dengan perolehan 44,7% suara diikuti Nalim- Khafid 35,35% dan Ahmad Fauzi-Sujarmin 19,88%.
Di Kerinci, calon Bupati dan Wakil Bupati Adirozal-Ami Taher unggul dengan 38,3%, diikuti persaingan sengit antara calon atas nama Zainal Abidin-Arsal Apri (30,77%) dan Monadi-Edison (30,41%).
Sedangkan untuk Pilkada Kota Jambi, berdasarkan hasil hitung cepat, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Fasha-Maulana unggul dengan 55% dibandingkan Sani-Izi dengan perolehan suara sebanyak 44,46%.
Anggota DPR RI Dapil Jambi, Ihsan yunus mengatakan hasil yang ada saat ini masih hasil quick count , “Kita masih sama-sama menuggu hasil tetap, karena pemenang sebenarnya baru akan diketahui secara legal formalistik ketika hasil real count dari KPU,” katanya.
Untuk itu, kata Ihsan, tentunya adalah sebuah keharusan bagi setiap pasangan calon dan barisan pendukung, tim sukses dan simpatisan untuk selalu menjaga kondusifitas suasana di tengah masyarakat hingga pengumuman resmi KPU dan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial yang mampu memicu konflik.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jambi, terutama di daerah-daerah yang ikut serta dalam Pilkada Serentak 2018, yang telah mensukseskan Pilkada Serentak 2018 dengan aman, damai dan bermartabat menuju Pemilihan Umum 2019 nanti,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.
Dalam kesempatan ini, Ihsan juga menyinggung masalah dugaan money politik yang masih terjadi. “Kita seharusnya prihatin, karena harapan reformasi kita adalah mewujudkan demokrasi yang bersih jujur dan adil,” katanya.
Tapi menurutnya masih banyak saja terjadi demokrasi yang sarat dengan uang, ini bisa dilihat dari makin maraknya penista demokrasi yang tertangkap bagi-bagi uang (berita untuk Jambi banyak di internet).
“Apakah ini yang kita cita-citakan? Apakah pemimpin yan lahir dari proses demokrasi kotor dapat menjalankan tugasnya dengan baik? Apakah budaya "wani piro" sudah menjadi kultur bangsa ini? Semoga Allah SWT, Tuhan YME melindungi kita semua dari semua kekhilafan kita,” katanya. (*)
Tindaklanjuti Rekomendasi Panwas, KPU Kota Jambi Lakukan PSU Hari Minggu Ini
Pagi ini KPU Kota Jambi Putuskan Soal Rekomendasi PSU dari Panwas
BREAKING NEWS: Hasil Verifikasi Faktual, Hanya 6 Bakal Calon DPD RI yang Lolos


Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional



