Pemkot Jambi Kembali Pertahankan Opini WTP, Kado Terindah di Hari Jadi ke-617 Kota Jambi



Selasa, 29 Mei 2018 - 21:50:56 WIB



Pjs Walikota Jambi Fauzi menerima hasil Audit WTP terhadap laporan Keuangan Pemkot Jambi
Pjs Walikota Jambi Fauzi menerima hasil Audit WTP terhadap laporan Keuangan Pemkot Jambi

JAMBERITA.COM - Bulan Suci Ramadan 1439 Hijriah memang menjadi bulan yang penuh berkah dan berlimpah anugerah bagi Pemerintah Kota Jambi. Keberkahan itu pun semakin terasa dengan kembali diraihnya predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Jambi tahun 2017 yang bertepatan pula dengan momentum Hari Jadi ke - 617 Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi yang jatuh pada tanggal 28 Mei.

Bertempat di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Jambi, Senin (28/5) Pjs. Wali Kota Jambi Ir. Muhammad Fauzi, MT menerima hasil pemeriksaan keuangan tersebut yang diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Jambi Drs. Parna, MM, dengan disaksikan Wakil Ketua DPRD Kota Jambi H. Fauzi, Sekda Kota Jambi Ir. H. Budidaya, M. For. Sc. serta beberapa pejabat Pemerintah Kota Jambi.

Kepala BPK RI Perwakilan Jambi, Parna, dalam sambutannya selain menyampaikan apresiasi atas raihan opini tersebut, juga menjelaskan, bahwa pemeriksaan BPK RI dilaksanakan dengan mengacu pada akuntabilitas kinerja keuangan yang disajikan pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

"Pemeriksaan BPK ditujukan untuk memberikan opini atas kewajaran LKPD Kota Jambi dengan memperhatikan kesesuaian laporan keuangan Pemkot Jambi dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAKIP), efektifitas sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan LKPD Kota Jambi tahun 2017 tersebut, diperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP," ujarnya.

Disela-sela acara penerimaan hasil pemeriksaan BPK RI tersebut, Pjs. Wali Kota Jambi, M. Fauzi, selain menyampaikan apresiasinya juga mengungkapkan bahwa WTP kali kedua ini merupakan hadiah terindah di bulan suci Ramadhan yang patut dipertahankan dan terus dijaga dimasa yang akan datang.

"WTP yang diterima Pemkot Jambi tentu saja merupakan hadiah terindah dibulan suci Ramadhan, namun kita tidak boleh terlalu euforia, ini jadi beban kita kedepan untuk mempertahankannya, karena mempertahankan jauh lebih sulit. Saya harap OPD terus bekerja mempertahankannya dengan pola kerja dan sistem akuntabilitas yang telah dibangun selama ini," ujanya.

Opini WTP yang merupakan kali kedua berturut-turut diraih Pemerintah Kota Jambi tersebut, tidak terlepas dari buah kesungguhan dan integritas jajaran Pemerintahan Kota Jambi yang telah ditanamkan dimasa kepemimpinan Wali Kota non aktif H. Syarif Fasha selama ini, setidaknya hal itu tampak pada objek penilaian LKPD Kota Jambi tahun 2017 yang dinilai telah mampu disajikan dengan baik sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAKIP), efektifitas sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, hingga akhirnya berhasil meraih WTP untuk kali kedua, yang sebelumnya supremasi itu juga telah diraih pada objek pemeriksaan LKPD tahun 2016 lalu.

Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas yang dikomandoinya itu, berawal saat Pemerintah Kota Jambi sempat mendapat opini disclaimer. Opini tersebut ternyata tidak melemahkan jajaran Pemerintah Kota Jambi, bahkan sebaliknya justru dijadikan motivasi untuk memperbaiki akuntabilitas pemerintah daerah. Jajaran Pemerintah Kota Jambi pun tampak bahu-membahu melakukan perbaikan secara menyeluruh. Sistem pengelolaan keuangan dan aset pun saat ini sudah terbentuk dengan baik diseluruh Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Jambi, sesuai dengan sistem akuntabilitas pemerintah.

Alhasil dalam waktu singkat, Pemkot Jambi mampu membuktikan kinerja akuntabilitas keuangannya menjadi sangat baik, setelah selama 70 tahun supremasi WTP itu tidak pernah disandang oleh Kota Jambi.

Sementara itu Sekda Kota Jambi, Budidaya mengungkapkan bahwa raihan opini ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemkot Jambi dan sinergitas, serta dukungan dari DPRD Kota Jambi termasuk juga dukungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  Perwakilan Jambi serta doa seluruh masyarakat Kota Jambi.

"Alhamdulillah opini WTP ini kita raih untuk kedua kalinya, ini buah kepemimpinan Wali Kota Syarif Fasha yang sedang cuti saat ini, dimana sejak tahun 2016 lalu menginstruksikan agar administrasi seluruh OPD dilaksanakan secara tertib. Terima kasih juga kepada BPK RI Perwakilan Jambi yang telah membimbing kami melakukan perbaikan kedepannya. Terima kasih juga kepada BPKP Perwakilan Jambi yang juga telah melakulan pendampingan sehingga administrasi aset Kota Jambi dapat kita tertibkan. Untuk seluruh OPD Pemkot Jambi, para Staf Ahli dan Asisten, Inspektur dan BPKAD juga telah bekerja sangat baik mewujudkan WTP untuk Kota Jambi ini. Semoga langkah ini terus kita jaga untuk meraih WTP ditahun yang akan datang," sebut Budidaya.

Wali Kota Jambi non aktif H. Syarif Fasha yang baru saja tiba di Jambi usai melaksanakan ibadah umrah disela waktu cuti pilkadanya, mengungkapkan rasa haru serta bangganya atas raihan prestasi jajaran Pemerintah Kota Jambi tersebut. Melalui pesan singkat whatsapp kepada media ini, Fasha mengatakan meski dirinya optimis akan kinerja jajarannya yang mampu mempertahankan WTP tersebut, namun proses penilaian BPK RI atas LKPD Pemerintah Kota Jambi itu sempat mengganjal fikirannya, karena ketidakhadirannya mendampingi OPD dalam proses evaluasi tersebut.

"Saya pribadi sangat terharu dan bangga atas perolehan WTP terhadap pengelolaan keuangan tahun 2017 kepada Pemerintah Kota Jambi ini. Meski saya optimis, namun hal ini memang sempat mengganjal fikiran saya, karena selama cuti pilkada saya tidak berada disamping jajaran Pemkot Jambi. Saya faham betul begitu berat perjuangan OPD Pemkot Jambi mempertahankan WTP ini. Alhamdulillah, raihan ini adalah satu jawaban dari bagian doa-doa yang kami panjatkan selama melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci. Terimakasih atas kekompakan dan kepatuhan dalam mempertahankan WTP dan mengelola sistem pengelolaan keuangan dengan baik," tulis Syarif Fasha dalam pesan singkatnya.

Sebagaimana diketahui, menurut sumber di Pemkot Jambi, Syarif Fasha memang kerap turun langsung memberikan arahan dalam setiap proses kinerja strategis jajarannya terlebih lagi dalam proses penilaian BPK RI. Tak ayal kerja keras dan kegigihannya tersebut pun akhirnya banyak membuahkan hasil.

Ditempat berbeda, Akademisi Universitas Jambi Prof Syamsurizal Tan mengatakan, salah satu kreteria pembangunan daerah terukur dari output yang diperoleh dari sistem keuangan yang benar. Hal ini telah dibuktikan pemerintah Kota Jambi, melalui penilaian yang dilakukan BPK RI Perwakilan Jambi.

"Ini terbukti, dua tahun terakhir Pemerintah Kota Jambi mampu meraih unqualified opinion, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," kata Prof Syamsurizal Tan, kemarin (29/5).

Prof Tan menambahkan, keberhasilan Pemerintah Kota Jambi saat ini bukan hanya tampak dari fisik semata, tapi juga dibuktikan dengan proses akuntabilitas keuangan yang sudah benar sesuai dengan perundang-undangan.

Menurutnya raihan opini WTP yang selama 70 tahun tidak dirasakan Pemerintah Kota Jambi itu tak lepas dari peran pimpinan yang memenej pemerintahan dengan baik, hingga mampu membawa Kota Jambi bangkit dengan cepat diantara banyaknya persoalan yang kompleks, termasuk peraoalan penataan aset yang tidak selesai bertahun-tahun lamanya.

"Kota Jambi kini telah keluarkan dari persoalan masa lalunya dengan manajemen pemerintahan yang lebih baik. Yang penting itu komandannya (Wali Kota-red). Jadi komandannya harus mampu memimpin, mengarahkan OPD untuk mewujudkan itu," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, keberhasilan tersebut wujud dari kesungguhan Pemkot Jambi dalam menyajikan laporan keuangan berbasis akrual yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintahan dan Permendagri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah.

Selain itu, selama proses pemeriksaan LKPD, Pemkot Jambi sebagai auditee (pihak yang di audit), dinilai cukup membantu pihak auditor (BPK. red) dalam menyediakan bukti kebenaran formal dan material yang dibutuhkan selama proses pemeriksaan.(*/sm)



Artikel Rekomendasi