
JAMBERITA.COM- Politisi Ruhut Sitompul pindah partai lagi, itulah yang sedang terjadi. Itu terlihat ketika “Raja Minyak dari Medan” ini menggunakan pakaian merah khas partai PDIP. Namun belum ada yang mengkorfimrkasi hal itu.
Namun mari kita lihat kemana saja partai politisi ini pernah berkarir. Dikutip dari merdeka.com disebutkan, Ruhut mulai terjun ke dunia politik sejak muda, namun sampai pada tahun 2003, karier berpolitiknya belum cukup terlihat. Hingga pada tahun 2004 dia beralih partai dari Partai Golkar menuju Partai Demokrat.
Ruhut mengaku alasan dirinya keluar dari Golkar karena kecewa lantaran jasa-jasanya dilupakan. "Aku ini rada beda, aku keluar dari Golkar setelah bersama Ferry Mursyidan Baldan memenangkan Golkar. Jadi setelah pemilu ya disitulah saya pada waktu itu feeling politik saya bicara," Kata Ruhut lima tahun lalu.
Ruhut menilai apa yang dulu pernah dia lakukan untuk partai berlambang pohon beringin itu tidak mendapat simpati dari penguasa partai yang kala itu dipegang Jusuf Kalla. "Tapi apa yang terjadi setelah Munas partai semua jasa kita dilupakan termasuk juga jasanya Akbar Tandjung. Aku dan Pak Akbar itu sudah kayak perangko dan amplop," ujarnya.
Di Partai Demokrat, Ruhut beberapa kali menjabat sejumlah posisi di DPP. Terakhir, Ruhut menempati posisi sebagai Juru Bicara Partai Demokrat sebelum akhirnya dipecat oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu.
Saat di Demokrat dan saat SBY dua periode menjabat sebagai Presiden RI, Ruhut selalu membela SBY. Bahkan, Ruhut pernah menyatakan sebagai 'anjing herder' SBY.
Namun, setelah SBY lengser dari kursi kepresidenan, Ruhut langsung 'banting stir' mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sekitar dua pekan jelang pilpres 2014 lalu, Ruhut mendadak mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Padahal sebelumnya, memasuki Pilpres 2014, Ruhut selalu menyindir Jokowi karena dinilai belum pantas untuk maju menjadi calon presiden.
Dukungan Ruhut ke Jokowi-JK di Pilpres itu juga berseberangan dengan garis Partai Demokrat yang mendukung Prabowo-Hatta. Saat itu, Ruhut mengatakan, alasan mendukung pasangan Jokowi-JK sangat sederhana. Menurutnya, tag line yang diusung pasangan capres tersebut lebih menggambarkan kondisi Indonesia yang sebenarnya.
"Kenapa saya akan deklarasi mendukung Pak Jokowi-JK? Jadi aku melihat tag line dari Jokowi dan Pak JK "Indonesia Hebat", dan memang hebat Indonesia. Sedangkan tag line Pak Prabowo-Pak Hatta "Indonesia Bangkit", saya orang hukum, emangnya selama ini Indonesia tidur? Itu saja, saya ringan-ringan saja menilainya," ungkap Ruhut.
Selain itu, alasan lain Ruhut mendukung lantaran Jokowi tidak pernah dendam terhadap dirinya meski sering mengkritik. "Luhut bilang kalau Pak Jokowi bilang, gak apa-apa bang itu baik. Kita ketemu Jokowi cipika cipiki. Saya tersentuh apa yang dikatakan Luhut ," ujar Ruhut Sitompul.
Di Pilgub DKI 2017, Ruhut kembali berseberangan dengan keputusan Partai Demokrat. Ruhut justru bergabung dengan barisan PDIP mendukung Ahok-Djarot. Padahal Demokrat mencalonkan Agus-Sylvi.
Meski demikian Ruhut hingga kini masih menjadi kader Partai Demokrat. Namun Ruhut sudah mundur dari keanggotaannya di DPR.
Dulu Terbuang, Umbian Dibawah Hutan Rakyat di Desa Serdang Sari Bantul ini Jadi Cemilan Lezat
Asia Pacific Rainforest Summit Di Yogyakarta Dimulai, Ini Berbagai Isu yang Dibahas
Mentri Lingkungan Hidup dan Energi Australia Hadir di KTT Asia-Pacifik Hutan Hujan III di Yogyakarta
Progres Pemeliharaan Jalan Ranah Pemetik Capai 45 Persen, UPTD WDP Tinjau Lapangan

