JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli mengapresiasi kritik dan saran yang disampaikan fraksi-fraksi di DPRD Provinsi. Ini menjadi catatan bagi Pemprov Jambi untuk peningkatan kinerja.
“Saya mengharapkan kerja sama dari teman-teman di DPRD untuk terus memberikan evaluasi kepada kita, agar program dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemprov Jambi bisa berjalan dengan baik dalam upaya mewujudkan Jambi TUNTAS 2021,” ungkap Zola saat Rapat Paripurna Dalam Rangka Penjelasan Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Atas Nota Pengantar LKPj Gubernur Jambi Tahun Anggaran 2017, Jum’at (6/4/2018).
Berbagai kritik, saran dan masukan telah disampaikan oleh setiap fraksi di DPRD Provinsi Jambi melalui pandangan umum fraksi fraksi pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi tanggal 3 April 2018 yang lalu. Mulai dari Fraksi Partai Demokrat memberikan saran agar manajemen pengelolaan infrastruktur jalan dan jembatan mencontoh manajemen pengelolaan infrastruktur jalan dan jembatan nasional.
"Saran tersebut menjadi bahan kajian Pemprov Jambi dalam pengelolaan infrastuktur jalan dan jembatan yang lebih aplikatif di Provinsi Jambi," terangnya.
Selanjutnya mengenai kesiapan pembangunan dan pengembangan komoditas perkebunan, Pemprov Jambi terus melakukan upaya yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas usaha tani perkebunan sesuai dengan kewenangannya, baik melalui penyediaan bibit berkualitas maupun introduksi teknologi anjuran.
Soal saran Fraksi Partai Golongan Karya agar pelaksanaan kegiatan sesuai waktu yang telah direncanakan, Zola menjawab Pemerintah Provinsi Jambi sependapat dengan saran tersebut, dengan meningkatkan pola koordinasi yang lebih baik lagi agar sinergitas pembangunan dari Pusat sampai ke daerah bisa berjalan secara efektif dan dampak pembangunan akan lebih dirasakan masyarakat.
Fraksi PDI-P mempertanyakan korelasi antara indeks pendidikan, kesehatan dan sosial budaya dengan kemampuan publik mengatasi problematika pemenuhan kebutuhan dasar.
Zola menjelaskan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan modal dasar bagi masyarakat untuk bertahan hidup. "Pendidikan memberikan kemampuan dalam berinovasi dan berkarya, sehingga bila didukung dengan kesehatan dan sosial budaya, maka masyarakat diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan," terangnya.
Fraksi Gerindra, memberikan saran agar Pemprov Jambi segera menyusun regulasi yang dibutuhkan, dan menyiapkan perangkat daerah serta UPTD di setiap Kabupaten/Kota dengan tetap merangkul Pemerintah Kabupaten/Kota yang bersentuhan langsung dengan aktivitas galian C atau pertambangan lainnya.
"Pemprov Jambi sependapat dengan hal itu, saat ini Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pembentukan UPTD sedang dikaji dan dibahas oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Biro Organisasi," jelasnya.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengharapkan agar pelayanan rumah sakit diperbaiki dan ditingkatkan, sehingga masyarakat merasa keberadaan RSUD Raden Mattaher sebagai tempat rujukan terakhir di Provinsi Jambi. Kata Zola, Pemprov Jambi sangat sependapat dengan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, salah satunya melalui emergency call centre untuk wilayah Kota Jambi yang telah di launching pada tahun 2017 dan bekerja 24 jam.
"Selain itu, Pemprov Jambi terus berupaya memenuhi fasilitas yang ada, dimana saat ini RSUD Raden Mattaher telah memiliki Pusat Pelayanan Jantung Terpadu dan Neuro Navigasi," ujarnya.
Fraksi Partai PAN mengharapkan memprioritaskan perbaikan atau pembangunan jalan provinsi serta memonitor dan melakukan tindakan tegas terhadap kendaraan yang melintas melebihi tonase, membangun jaringan irigasi, air bersih, prasarana dan sarana dasar pemukiman berbasis masyarakat, drainase dan sanitasi. Menurut Zola, pihaknya sangat menyambut baik hal itu.
"Kedepannya pemenuhan infrastruktur dasar tersebut akan terus ditingkatkan dengan kualitas yang lebih baik lagi," ungkap Zola.
Kemudian, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menyoroti angka putus sekolah di Provinsi Jambi, jelas Zola. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi telah berusaha semaksimal mungkin untuk menghimbau dan mengajak seluruh penyelenggara satuan pendidikan agar memperhatikan anak anak usia sekolah di lingkungan yang tidak bersekolah untuk diajak bersekolah, baik melalui pendidikan formal dan non formal.
"Upaya yang dilakukan untuk mendukung sasaran ini antara lain melalui penerapan sistem rayonisasi serta pengembangan sekolah terbuka," kata Zola.
Fraksi Restorasi Nurani mempertanyakan pelaksanaan cetak sawah baru dan pengembangan padi SRI. Pemprov Jambi pada tahun 2017, melalui kegiatan perluasan dan perlindungan lahan pertanian telah dilakukan konstruksi cetak sawah seluas 1.369 hektare pada 9 Kabupaten.
"Pengembangan padi SRI dilakukan di 5 Kabupaten dengan luas keseluruhan 80 hektare," tambahnya.
Fraksi Bintang Keadilan menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak diikuti oleh peningkatan angkatan kerja yang memadai. Menanggapi hal tersebut, kata Zola dapat dijelaskan bahwa secara umum pertumbuhan ekonomi tentu berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. "Salah satunya disebabkan oleh terbukanya kesempatan kerja," pungkasnya.
Selanjutnya, selain mendengarkan penjelasan dari Pemprov Jambi terhadap pandangan umum setiap fraksi, agenda lainnya pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi tersebut adalah pembentukan panitia khusus (pansus) untuk membahas LKPJ Gubernur Jambi Tahun Anggaran 2017. Ada 2 Pansus yang terbentuk, yaitu: 1. Pansus I untuk membahas bidang Pemerintahan dan Pembangunan, 2. Pansus II untuk membahas bidang Ekonomi, Keuangan dan Kesejahteraan Rakyat. (afm)
Zola Hadir Langsung di Paripurna DPRD Provinsi Jawab Pandangan Umum Fraksi Terhadap LKPJ Gubernur
SAH Kembangkan Tagline Kopi Juaro Untuk Produk Kreatif Jambi
Timdu Penanganan Batubara Pemprov Terbentuk, Begini Komentar Ombudsman RI Jambi
Soal Batubara, Asisten III Desak Dishub Provinsi Jambi Lakukan Sosialisasi
Tingkatkan Penerimaan Pasar Ekonomi Kreatif, SAH Bawa Program Promosi Ke Jambi




