Beras Jambi Diprediksi Menyusut di 2026, BPS Ungkap Biang Keroknya



Kamis, 05 November 2026 - 16:32:50 WIB



Foto : Rilis Bersama Berita Resmi Statistik, Kamis (5/11/2026)
Foto : Rilis Bersama Berita Resmi Statistik, Kamis (5/11/2026)

JAMBERITA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis data terbaru mengenai perkiraan luas panen, produksi padi, hingga produksi beras di Provinsi Jambi untuk tahun 2026. Berdasarkan data tersebut, sektor pertanian padi di Jambi mengalami sedikit koreksi penurunan akibat sejumlah kendala cuaca, terutama dampak kemarau panjang dan kabut asap.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, memaparkan bahwa luas panen padi di Provinsi Jambi pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 79,72 ribu hektare. Angka ini mengalami penurunan sekitar 0,66 ribu hektare atau 0,82 persen jika dibandingkan dengan luas panen pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 80,37 ribu hektare.

"Luas panen padi secara subround I (Januari–April) sebenarnya sempat meningkat 4,54 ribu hektare atau 17,13 persen. Namun, pada subround II (Mei–Agustus) turun 2,54 ribu hektare atau 9,77 persen, dan subround III (September–Desember) turun 2,66 ribu hektare atau 9,54 persen," ujar Aidil saat menyampaikan rilis bersama Berita Resmi Statistik (BRS) di Kanwil DjPb Provinsi Jambi, Kamis (5/11/2026).

Menurut Aidil, penurunan pada subround II dan III sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem. "Subround II dan subround III ini kemungkinan turun akibat kemarau panjang dan kabut asap kemarin. Itu juga yang menyebabkan banyak sekali potensi kerusakan atau gagal panen," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rilis data untuk periode akhir tahun ini masih bersifat sementara sekaligus potensi. "Jadi sisanya adalah potensi. Oktober, November, Desember itu adalah potensi. Nanti akan kelihatan bahwa di bulan September angkanya sementara, sedangkan tiga bulan selanjutnya adalah angka potensi panen dan potensi produksi padi," tambahnya.

Sejalan dengan penurunan luas panen, total produksi padi di Provinsi Jambi pada tahun 2026 diperkirakan sebanyak 343,39 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini mengalami penurunan sebanyak 24,40 ribu ton atau sekitar 6,64 persen dibandingkan produksi padi tahun 2025 yang mencapai 367,79 ribu ton GKG.

Penurunan serupa juga terjadi pada produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk Jambi. Pada tahun 2026, produksi beras diperkirakan mencapai 198,64 ribu ton, menyusut sekitar 14,12 ribu ton atau 6,64 persen dibanding tahun 2025 yang tercatat sebesar 212,76 ribu ton. Sama seperti pola produksi padi, peningkatan hanya tercatat pada subround I, sementara subround II turun 12 persen dan subround III diproyeksikan turun 8 persen.

Di sisi lain, BPS mencatat bahwa luas baku sawah akibat alih fungsi lahan di Provinsi Jambi terpelihara di angka 69.961 hektare. Angka ini berbeda dinamikanya dibandingkan dengan wilayah Pulau Jawa, di mana alih fungsi lahan terjadi jauh lebih cepat dan mencatatkan penurunan luasan baku sawah yang signifikan hingga sekitar 1.502 hektare. (tts)





Artikel Rekomendasi