SAH Tegaskan Sikap HKTI Kemerdekaan Petani Harus Berarti Merdeka dari Ketergantungan



Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:18:38 WIB



JAMBERITA.COM– Momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk kembali melihat makna kemerdekaan dari perspektif petani. Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menegaskan bahwa kemerdekaan bagi petani tidak cukup hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kemandirian ekonomi dan kesejahteraan petani.

Menurut SAH, petani merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peran sangat strategis dalam menjaga keberlangsungan kehidupan bangsa. Mereka berada di garis depan dalam menyediakan pangan bagi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

“Petani harus benar-benar merasakan makna kemerdekaan. Merdeka dalam memperoleh sarana produksi, merdeka dalam mengembangkan usaha tani, merdeka dalam mendapatkan akses pembiayaan, dan yang tidak kalah penting adalah merdeka dalam memperoleh harga yang layak dari hasil produksinya,” ujar SAH.

Ia menilai, persoalan petani tidak boleh hanya dilihat dari sisi produksi. Peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan penguatan posisi tawar petani dalam rantai pasok.

“Jangan sampai petani hanya menjadi produsen, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati di luar sektor petani. Karena itu, petani harus diperkuat dari hulu sampai hilir, termasuk akses teknologi, permodalan, pengolahan, hingga pemasaran,” katanya.

SAH juga menekankan pentingnya membangun kelembagaan petani yang kuat. Menurutnya, kelompok tani, koperasi, dan organisasi petani harus mampu menjadi instrumen ekonomi yang membantu petani meningkatkan skala usaha sekaligus memperkuat posisi tawar.

Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen HKTI Jambi untuk menjadikan organisasi petani sebagai kekuatan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan. Sebelumnya, SAH menegaskan bahwa HKTI harus menjadi motor penggerak ekonomi petani, bukan sekadar organisasi formal.

“Kalau petani kuat, ekonomi desa akan kuat. Kalau ekonomi desa kuat, maka perekonomian daerah juga akan semakin kuat. Jadi, membangun pertanian pada hakikatnya adalah membangun fondasi ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, SAH menyebut Provinsi Jambi memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan. Potensi tersebut perlu didukung dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan dan berbagai pemangku kepentingan.

HKTI Jambi sendiri telah menyatakan komitmennya untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penguatan teknologi pertanian, sumber daya manusia petani, kelembagaan, akses pembiayaan dan pemasaran.

Dalam momentum HUT ke-81 RI, SAH berharap semangat kemerdekaan juga menjadi energi baru bagi seluruh petani Jambi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita maknai kemerdekaan dengan menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi petani. Karena petani yang sejahtera adalah salah satu tanda bahwa kemerdekaan benar-benar hadir sampai ke desa-desa,” pungkasnya.(*)





Artikel Rekomendasi