SAH Minta Pemda Operasi Pasar Daging Lebaran, Kasihan Emak-Emak Hadapi Lonjakan Harga



Selasa, 17 Maret 2026 - 11:33:43 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), meminta pemerintah segera melakukan operasi pasar daging guna menekan lonjakan harga yang mulai memberatkan masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga menjelang Lebaran.

Menurut SAH, kenaikan harga daging yang terjadi belakangan ini membuat banyak “emak-emak” mengeluhkan biaya belanja dapur yang semakin tinggi. Padahal, daging merupakan salah satu kebutuhan penting keluarga, terutama saat momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kasihan emak-emak kita. Mereka yang paling merasakan langsung kenaikan harga di pasar. Karena itu pemerintah perlu segera melakukan operasi pasar agar harga daging bisa ditekan dan kembali terjangkau,” ujar SAH di Jambi, Selasa, 17 Maret 2026.

SAH menilai operasi pasar menjadi langkah cepat yang bisa dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, distribusi pasokan daging juga perlu diperkuat agar tidak terjadi kelangkaan di pasar tradisional.

Ia menjelaskan, menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan permintaan daging yang cukup tinggi. Jika tidak diantisipasi dengan intervensi kebijakan yang tepat, harga bisa melonjak tajam dan memberatkan masyarakat kecil.

“Operasi pasar penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Ini juga memberi sinyal bahwa pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, SAH juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan distribusi daging berjalan lancar dari sentra peternakan ke pasar-pasar rakyat. Dengan distribusi yang baik, harga di tingkat konsumen bisa lebih stabil.

Sebagai organisasi yang mewadahi petani dan peternak, HKTI Jambi juga berharap kebijakan stabilisasi harga tidak merugikan peternak lokal. Menurut SAH, keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen harus tetap dijaga.

“Peternak juga harus dilindungi. Jadi kebijakan stabilisasi harga harus tetap memberi ruang bagi peternak lokal agar tetap mendapatkan keuntungan yang wajar,” tegasnya.

SAH berharap langkah cepat pemerintah melalui operasi pasar dapat segera menenangkan gejolak harga, sehingga masyarakat, terutama ibu rumah tangga, tidak lagi terbebani saat memenuhi kebutuhan dapur menjelang hari raya.(*)



Artikel Rekomendasi