UNJA Kawal Proyek Geothermal : Jaga Keseimbangan Energi Bersih & Kelestarian Warisan Dunia TNKS



Jumat, 13 Februari 2026 - 09:21:54 WIB



Foto : Workshop UNJA.
Foto : Workshop UNJA.

JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) mengambil peran strategis dalam memastikan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Provinsi Jambi berjalan selaras dengan prinsip konservasi. Melalui Fakultas Pertanian (Faperta), UNJA menggelar Workshop Multi Pihak guna membahas pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Graho Nyabu yang berlokasi di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Rabu (11/2/2026).

Dilansir dari unja.ac.id , kegiatan bertajuk “Perspektif dan Kesepahaman Para Pihak” ini menjadi krusial mengingat TNKS bukan sekadar kawasan hutan biasa, melainkan situs warisan dunia (World Heritage Site) yang menuntut standar perlindungan lingkungan tertinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UNJA, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P., menegaskan bahwa pengelolaan sumber energi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.

“Sumber energi memang diperlukan, namun pengelolaannya wajib memperhatikan lingkungan. Kita berharap pembangunan tetap berjalan tanpa mengesampingkan aspek sosial dan ekologi,” ujar Prof. Depison saat membuka acara di Gedung UNIFAC Mendalo. Rabu (11/2/2026).

Senada dengan hal tersebut, Dekan Faperta UNJA, Dr. Forst. Bambang Irawan, S.P., M.Sc., IPU., mengingatkan posisi vital TNKS sebagai benteng konservasi dunia. ?“Kebutuhan energi bersih adalah keniscayaan masa depan. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa TNKS merupakan kawasan konservasi warisan dunia. Workshop ini adalah wadah menyatukan persepsi agar pengembangan geothermal Graho Nyabu tetap dalam koridor perlindungan alam,” tegasnya.

Proyek yang dikelola oleh PT EDC Indonesia ini diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi daerah. Perwakilan Inspektorat Kabupaten Merangin, Jaya Kusuma, S.IP., M.A.P., memproyeksikan dampak positif pada sektor pariwisata, khususnya di wilayah Jangkat.

“Geothermal ini diharapkan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di Kerinci dan Merangin. Kita ingin menghijaukan hutan dan menjaga alam secara bersama-sama melalui kesepahaman ini,” ungkap Jaya Kusuma.

Workshop ini menghadirkan narasumber kompeten, mulai dari Wakil Bupati Kerinci, Kadis ESDM Provinsi Jambi, hingga pengelola TNKS dan pakar kehutanan UNJA. Para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi intensif untuk membedah tiga aspek utama yaitu.

Aspek Sosial Budaya, bagaimana keberadaan PLTP berinteraksi dengan kearifan lokal. Aspek Ekologi, mitigasi dampak terhadap flora dan fauna endemik TNKS dan Aspek Sosial Ekonomi, yakni penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan proyek.

Melalui forum ini, UNJA menegaskan komitmennya untuk memberikan masukan berbasis saintifik kepada pemerintah dan pengembang. Tujuannya jelas: mewujudkan Jambi yang mandiri energi melalui energi bersih panas bumi, namun tetap teguh menjaga kelestarian TNKS sebagai warisan bagi generasi mendatang.(afm)





Artikel Rekomendasi