Menuju 30 Besar Nasional, Rektor UNJA Prof Helmi : Publikasi dan Riset adalah Kunci Tranformasi



Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:52:59 WIB



Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.
Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.

JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) tengah melakukan akselerasi besar-besaran untuk memperkuat posisi di kancah pendidikan tinggi nasional. Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pembenahan teknis sedang berlangsung di seluruh lini kampus demi mengejar target ambisius pada tahun 2027.

Dalam arahannya, Prof. Helmi menyampaikan bahwa pemeringkatan universitas bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari seberapa luas kontribusi dan rekognisi lingkungan kampus yang terpublikasi secara luas.

Rektor telah menetapkan peta jalan yang jelas untuk masa depan UNJA. Target utama yang ingin dicapai pada tahun 2027 meliputi, Top 5 Sumatera untuk menjadi salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik di wilayah Sumatera dan maksimal Top 30 Nasional untuk menembus jajaran 30 besar universitas terbaik di tingkat nasional.

"Terkait dengan webseite terus berbenah. Semua potensi yang ada di lingkungan kampus harus terpublikasi dengan baik agar dunia luar bisa melihat dan mengutip hasil karya intelektual dari UNJA," ujar Prof. Helmi, Sabtu (31/1/2026).

Untuk mencapai target tersebut, UNJA berfokus pada penguatan dua pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat. Rektor menekankan bahwa riset yang berkualitas tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat serta memiliki daya kutip (sitasi) yang tinggi di jurnal-jurnal ilmiah.

Adapun beberapa langkah teknis yang sedang digarap antara lain, Optimalisasi Publikasi: memastikan setiap inovasi dan riset dosen maupun mahasiswa terdata dan terpublikasi secara digital agar mudah diakses dan dikutip.

Peningkatan Budaya Literasi, mendorong ekosistem akademik yang aktif dalam menulis dan meneliti. Pengabdian Berbasis Dampak atau transformasi pengabdian masyarakat yang lebih terukur dan solutif terhadap isu lokal di Jambi maupun nasional.

Pesan ini juga menjadi edukasi bagi seluruh civitas akademika UNJA bahwa kualitas universitas adalah tanggung jawab kolektif. Dengan meningkatnya peringkat universitas, maka nilai ijazah lulusan dan kepercayaan stakeholder terhadap UNJA juga akan meningkat secara signifikan.

Prof. Helmi mengajak seluruh elemen kampus, mulai dari mahasiswa hingga dosen, untuk terus berinovasi. "Ranking adalah dampak dari kualitas yang kita bangun. Mari kita tunjukkan bahwa UNJA memiliki lingkungan akademik yang unggul dan layak diperhitungkan di level nasional," jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Warek 3) UNJA Prof Fauzi Syam menegaskan bahwa kunci untuk memenangkan penghargaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) adalah seberapa kuat universitas mampu membangun jejaring dengan mitra strategis, baik dari dunia industri, pemerintah maupun sesama institusi pendidikan.

Sinergi dengan mitra dianggap sebagai katalisator dalam meningkatkan kualitas lulusan dan dampak sosial kampus. "Dengan menggandeng mitra, UNJA dapat mempercepat inovasi dan memperluas jangkauan pengabdian masyarakat. Ini adalah poin krusial yang dinilai dalam Anugerah Dikti," jelasnya.

Warek juga memberikan motivasi besar bagi seluruh civitas akademika untuk tidak ragu bersaing dengan kampus-kampus besar di Pulau Jawa. Beliau menekankan bahwa UNJA memiliki potensi yang sama besarnya jika dikelola dengan serius. "Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak? Kan begitu. Kita punya sumber daya, kita punya kemauan, sekarang tinggal bagaimana kita mengeksekusi kemitraan ini menjadi prestasi nyata," tegas Warek 3 dengan optimis.(afm)





Artikel Rekomendasi