Emak-Emak RT 04 Desa Ramin Dapat 'Jurus Jitu' Anti Asam Urat dari Mahasiswa KKN UBR Jambi



Minggu, 25 Januari 2026 - 14:30:39 WIB



Foto : Mahasiswa KKN Posko 12 UBR Jambi.
Foto : Mahasiswa KKN Posko 12 UBR Jambi.

JAMBERITA.COM - Keluhan nyeri sendi yang sering dianggap "penyakit biasa" bagi para ibu, kini mendapat perhatian serius dari kaum intelektual muda. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi Posko 12 sukses menggelar aksi edukasi kesehatan bertajuk "Ibu Sehat, Bebas Asam Urat" di RT 04 Desa Ramin, Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 14 mahasiswa ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi ajang berbagi ilmu kesehatan yang sangat dinanti oleh para ibu di lingkungan tersebut.

Dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Tina Yuli Fatmawati, SKM., M.Kes, mahasiswa menghadirkan Qarira Putri Graselda sebagai pemateri. Materi yang disampaikan tidak kaku, melainkan sangat aplikatif agar mudah diterapkan dalam keseharian ibu rumah tangga.

"Banyak yang mengira asam urat itu hanya karena faktor usia, padahal rahasianya ada di dapur dan gaya hidup kita. Kami hadir untuk membongkar 'jurus jitu' bagaimana mengatur pola makan tanpa harus tersiksa nyeri sendi," ujar Qarira di depan para peserta.

Poin-poin penting yang dikupas meliputi, ?Mitos vs Fakta: Makanan apa saja yang benar-benar memicu asam urat. Tanda Bahaya, dimana para emak emak di bekali tentang gejala awal sebelum terjadi pembengkakan sendi. Kemudian Gaya Hidup Sehat, cara menjaga kesehatan sendi secara mandiri di rumah tanpa ketergantungan obat kimia berlebih.

Suasana di RT 04 tampak hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Ibu-ibu yang hadir sangat aktif ("Gercep") bertanya, mulai dari daftar sayuran yang perlu dibatasi hingga kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar memicu nyeri kambuh. "Ternyata ada cara mudah mencegahnya di rumah ya, Neng. Sangat membantu sekali buat kami yang sering merasa linu-linu kalau habis makan tertentu," ungkap salah satu warga dengan antusias.

DPL Posko 12, Tina Yuli Fatmawati, SKM., M.Kes, berharap edukasi ini tidak berhenti di ruang pertemuan saja. Beliau menekankan pentingnya peran ibu sebagai "menteri kesehatan" di dalam keluarga.

"Ibu adalah pemegang kendali menu makanan di rumah. Jika ibunya paham asam urat, maka seluruh keluarga akan terlindungi dari pola makan yang salah. Kami ingin warga Desa Ramin semakin sadar bahwa hidup sehat itu sederhana jika dimulai dari pengetahuan yang benar," tutur beliau.

Harapannya, melalui pendampingan 14 mahasiswa KKN UBR ini, masyarakat RT 04 Desa Ramin mampu menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, sehingga tercipta lingkungan yang bebas dari keluhan asam urat.(afm)





Artikel Rekomendasi