JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris angkat bicara terkait dengan penonjoban 13 pejabat Pemprov yang menyisakan kisah dan cita. Pasalnya, pasca pelantikan mereka pun mendapatkan pengunduran diri diduga palsu.
Setidaknya 8 dari 13 pejabat itu mengatu tidak pernah menandatangi surat tersebut, bahkan 1 orang diantaranya sudah membuat laporan ke Polda Jambi terkait persoalan tersebut.
Al Haris menekankan bahwa selaku Pembina ASN lingkup Pemprov Jambi, maka dia akan melakukan pembinaan. Sementara untuk yang dinonjobkan, akan dicarikan tempat lagi bagi mereka.
Namun demikian, Al Haris juga tetap mengintruksikan Inspektorat Daerah Provinsi Jambi untuk periksa ASN di BKD terkait dengan penonjoban 13 orang Pejabat eselon waktu lalu.
"Ya kita bina dulu mereka, termasuk yang nonjob kita akan carikan tempat untuk mereka lagi. Dan ASN yang di BKD itu kita juga akan memeriksa mereka melalui Inspektorat nanti, itu saja intinya," katanya, usai rapat paripurna di DPRD Provinsi Jambi, Jum'at (25/7/2025).
Al Haris mengaku, bahwa ia pun memantau situasi yang mencuat saat ini."Saya kan juga melihat situasi itu. Kalau boleh saya katakan bahwa inikan satu lembaga (BKD). Kita ndak bisa menyalahkan siapa-siapa disitu," pungkasnya.(afm)
Antispasi Serangan Siber, Bupati Batang Hari Larang Keras ASN Gunakan Perangkat Lunak Bajakan
BP BUMN: Ketahanan pangan, energi, dan SDM jadi fondasi Indonesia Emas
Pemprov Jambi Benarkan Sejumlah Pejabat Datang ke KPK, Fokus Hal ini Juga Proyek Strategis Dibahas
DPRD Desak Gubernur Jambi Ganti Direktur RSUD Raden Mattaher, Al Haris : Sayo Jugo Sudah Capek
Lepas 219 Siswa PKL SMKN 6 Kota Jambi, Wagub Sani Dorong Generasi Siap Kerja dan Berdaya Saing


