Wali Kota Medan Buka Gelar Melayu Serumpun 2025: Jika Ingin Dilihat Dunia, Majukan Kebudayaan



Rabu, 21 Mei 2025 - 23:55:11 WIB



Suasana Even Gelar Serumpun Melayu (GEMES) 2025
Suasana Even Gelar Serumpun Melayu (GEMES) 2025

JAMBERITA.COM – Even Gelar Melayu Serumpun (GEMES) 2025 resmi dibuka di Medan pada Rabu malam, 21 Mei 2025. Acara budaya yang digelar untuk kedelapan kalinya ini berlangsung hingga 24 Mei 2025 dan disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi, meskipun diguyur hujan.

Sejumlah pagelaran budaya sempat tertunda akibat cuaca, namun tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap hadir. Rangkaian acara dijadwalkan menampilkan kekayaan budaya Melayu dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, hingga India.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waasdi, membuka acara secara resmi di Istana Maimun. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kebudayaan sebagai identitas dan kekuatan suatu bangsa.

"Kita memiliki akar yang sama, yakni Melayu. Bukan hanya sebagai identitas etnis, tetapi juga jiwa dalam pantun, nafas dalam gurindam, gerak dalam zapin, suara dalam syair, dan cahaya dalam adat. Saya mungkin tidak lahir sebagai Melayu, tapi saya berjiwa Melayu," ungkapnya.

Ia menambahkan, Istana Maimun merupakan simbol kejayaan Kesultanan Deli dan warisan sejarah yang harus dijaga serta dipromosikan. Menurutnya, kebudayaan dapat menjadi sarana promosi kota yang efektif.

"Kita tidak ingin menjadikan Melayu hanya sebagai objek, tetapi harus menjadi subjek. Harus tampil kuat, berdaya, dan menjadi bagian penting dalam promosi identitas kota ini. Jika ingin diperhatikan oleh dunia, maka doronglah kebudayaannya. Ini adalah bentuk soft diplomacy," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI diwakili Direktur Poltekpar Medan, Dr Ngatemin mengatakan bahwa apresiasi disampaikan kepada Pemko Medan karena Gemes kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025. Tentu diharapkan kegiatan ini dapat memicu tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Medan.

"Kami berharap event Gemes ini dapat menjadi atraksi daya tarik wisata yang berdampak pada kunjungan pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif sekaligus memberikan pengalaman yang unik bagi wisatawan ", ujarnya.

Sebelumnya Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan GEMES 2025. Ia menilai even ini sangat penting dalam upaya pelestarian budaya Melayu, terutama bagi generasi muda.

 "Saya mengajak kita semua untuk merawat nilai-nilai adat memperkuat kerukunan dan mewariskan budaya kepada generasi muda.  semoga acara ini menjadi momentum untuk memperteguh jati diri bangsa Melayu yang menjunjung tinggi adap, ilmu dan kemuliaan", jelas Sultan Deli XIV.

Selanjutnya Gemes ke-8 yang bertujuan untuk melestarikan seni budaya Melayu ini dimeriahkan dengan penampilan penyanyi Melayu Ibukota, Alfin Habib (Dangdut Acadamy) dan Violis Henri Lamiri. Selain itu seluruh Delegasi yang hadir juga tampil membawakan  tarian Melayu.

Pembukaan Gemes ke-8 ini juga diiisi dengan pemberian Piagam penghargaan Karisma Event Nasional 2025 kepada Wali Kota Medan dari Perwakilan Kementerian Pariwisata RI. Sebagai ungkapan terima kasih Rico Waas memberikan Cendramata kepada Perwakilan Kementerian Pariwisata RI.

Sebagai informasi sebanyak 29 delegasi dari Indonesia maupun luar negeri ikut memeriahkan perhelatan Gemes ke-8. Adapun 20 dari 29 delegasi peserta tersebut, terdiri dari Sabang, Langsa, Aceh Singkil, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langkat, Binjai, Serdangbedagai, Deliserdang. Kemudian Asahan, Labuhanbatu Utara, Sibolga, Batam, Dumai ( dua delegasi), Jakarta,  dan Pontianak. Sedangkan delegasi dari luar negeri,  berasal dari Kuala Lumpur, Ipoh Serawak,Johor, Selangor, Melaka, Singapura, Thailand, dan India.

Sementara itu, dalam Gelar Serumpun Melayu ini juga digelar bazar UMKM yang menghadirkan berbagai kuliner khas Melayu. Di antaranya adalah kue-kue tradisional Melayu, bubur pedas Melayu, roti jala, martabak, hingga roti cane.

Selain kuliner, bazar ini juga menampilkan kekayaan warisan budaya Melayu melalui berbagai pusaka dan kerajinan. Beberapa di antaranya adalah kain songket, termasuk songket tua yang langka, keris berusia ratusan tahun, serta tembako Deli—jenis cerutu yang pernah populer di masa kejayaan Kesultanan Deli.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pertunjukan seni, tetapi juga sarana memperkuat identitas dan memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada dunia.(adm)

 





Artikel Rekomendasi