Candi Koto Mahligai di Jambi Memukau, Disebut Muaranya Nusantara



Minggu, 23 Februari 2025 - 03:11:52 WIB



Rombongan Ketua Taut Seni Indonesia Restu Kusuma Ningrum dan Ketua Yayasan Warna warni Indonesia Nina Akbar Tanjung, yang Didampingi Tokoh Perempuan Jambi, Ratu Munawaroh dan Rombongan Saat Berada di Kawasan Candi Koto Mahligai Muaro Jambi, Sabtu (22/2/2025).
Rombongan Ketua Taut Seni Indonesia Restu Kusuma Ningrum dan Ketua Yayasan Warna warni Indonesia Nina Akbar Tanjung, yang Didampingi Tokoh Perempuan Jambi, Ratu Munawaroh dan Rombongan Saat Berada di Kawasan Candi Koto Mahligai Muaro Jambi, Sabtu (22/2/2025).

JAMBERITA.COM - Yayasan Taut Seni Indonesia telusuri Sungai Candi Kedaton menuju ke Candi Koto Mahligai yang begitu memukau. Ketua Yayasan Taut Seni Indonesia Restu Kusuma Ningrum bersama rombongan merasa takjub dan menyatakan Muaro Jambi, Muara nya Nusantara Indonesia. 

"Muaro Jambi, Muara nya Nusantara, Indonesia, mudah mudahan ini lah tempat ikatan atau tempat do'a bersama, baik itu Budis, Hindu, Islam kita muliakan, semua kita kembalikan rahmat untuknya," katanya saat berada di kawasan Candi Koto Mahligai setelah dari Dermaga Candi Kedaton, juga diperlihatkan dengan beberapa Tarian Budaya oleh Maestro dalam selusur  Sungai, Sabtu (22/2/2025).

Selain Yayasan Taut Seni, juga turut mengikuti kegiatan ini, juga hadir Ketua Yayasan Warna Warni Nina Akbar Tanjung dan Miranda yang tampak mendampingi sejak rombongan tiba di Jambi Jum'at (21/2) kemarin, yaitu Istri dari Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin (Alm), Ratu Munawaroh.

"Luar biasa sangat menakjubkan," kata Nina saat melihat akar pohon ratusan tahun yang melingkar pada konturksi bangunan candi. Dimana itu menunjukkan betapa indahnya persahabatan antara manusia dan alam kehidupan, tanpa harus merusaknya.

Nina mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga dapat menjaga dan menghidupkan kembali Candi Koto Mahligai sekaligus tempat peribadatan umat budis. "Semoga membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Jambi, kami juga sangat mengapresiasi Pemerintah yang mendukung ini juga gerakan masyarakat sekitar, kita sungguh bersyukur mempunyai tempat ini, luar biasa," ungkap Nina atas kekagumannya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Niwayan Rina Yanti mengatakan bahwa kegiatan Napak Tilas di kawasan Candi Muaro Jambi merupakan bagian dari kegiatan yang dinamai "Baselang Muaro Kito" yang didanai oleh Dana Indonesia LPDP dan dinaungi oleh Kementrian Kebudayaan RI.

"Dalam kegiatan ini ada tiga hal yang penting, yaitu, Laku hidup Lestari untuk candi, untuk air dan hutan, makanya ada selusur sungai dengan melibatkan para pencinta budaya di 8 desa sekitar percandian, karena tidak ada kehidupan tanpa peran masyarakat sekitar," ungkapnya. 

Menurut Rina, Selusur sungai merupakan bagian dari kegiatan lainya setelah hari pertama mereka tiba di kawasan Candi Muaro Jambi."Hari ini merupakan hari kedua kita melakukan kegiatan, besok juga ada kegiatan yaitu dialog bersama Dirjen Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan," jelasnya.

Rina menjelaskan, Baselang Muaro Kito itu didapat daripada hasil disukusi bersama delapan desa penyanggah sekitar Candi Muaro Jambi dan penggerak budaya untuk bersama sama dan bergotong royong menggali potensi yang ada, sehingga dapat dikembangkan. 

"Desa disini ada Desa Baru, Danau Lamo, Muaro Jambi, Kemingking Dalam, Kemingking Luar, Jambu, Dusun Mudo sama tebat patah itu desa peyanggah yang kita ajak bersama sama melaksanakan kegiatan ini, tujuannya adalah ingin mengangat budaya dan kekayaan yang ada disini," terangnya. 

Ratu Munawaroh menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Taut Seni Indonesia dan Yayasan Warna warni Indonesia dalam menyambangi beberapa titik Wilayah situs Candi Muaro Jambi dalam rangka menapak tilas Baselang Muaro Kito . "Kita sangat berterima kasih ya, kepada ibu ibu semua yang telah datang ke Jambi serta memberikan dukungannya terhadap segala kekayaan dan kebudayaan yang luar biasa ini," tuturnya. 

Ratu Munawaroh sekaligus Tokoh Perempuan Jambi tersebut juga berharap kekayaan alam dan Kebudayaan yang dimiliki oleh Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini dapat terus dijaga dan dilestarikan. "Ini aset yang dimiliki tentu, ayo sama sama kita rawat jaga dan pelihara," pintanya.(afm)





Artikel Rekomendasi