JAMBERITA.COM- Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Drs. Putut Riyatno, M.Kes mengatakan secara Nasional Provinsi Jambi saat ini berada pada peringkat kedua setelah Bali dalam indeks penanganan kasus stunting.
Hal tersebut disampaikannya pada saat kegiatan Orientasi Pendamping TPK untuk Peningkatan Pelayanan dan Pengukuran Calon Pengantin (Catin).
Kata Putut, berdasarkan data SSGI tahun 202 dan SKI 2023 terdapat
informasi mengenai titik kritis kenaikan prevalensi anak stunting pada tahun 2023. Data menunjukkan bahwa prevalensi stunting mengalami kenaikan pada usia 6 bulan ke 12 bulan dan 24 bulan. Hal ini mengindikasikan bahwa anak-anak pada rentang usia tersebut tidak mendapatkan intervensi yang memadai.
"Kedepannya, intervensi harus difokuskan pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK), 100 HPK yaitu 270 hari pada masa kehamilan dan 730 hari sampai anak berusia 2 tahun, lakukan pencegahan stunting melalui berbagai langkah seperti pemberian makanan pendamping asi yang bergizi, imunisasi dasar lengkap, perbaikan praktek pengasuhan, pencegahan cacingan, dan upaya lainnya," katanya.
Sementara itu, Pejabat Walikota Jambi Sri Purwaningsih mengatakan, TPK merupakan ujung tombak dalam upaya menekan stunting dan perlu diberdayakan serta di dukung dalam pelaksanaan tugasnya.
"Ini merupakan wujud hadirnya pemerintah dalam menekan angka stunting, serta kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan berjangka panjang. Maka dilakukan orientasi ini guna memastikan Calon Pengantin berada dalam kondisi ideal untuk hamil dan melahirkan, sehingga menghasilkan anak-anak yang sehat, baik secara fisik maupun mental," katanya saat membuka kegiatan.
Pelaksana Tugas Direktur Bina Penggerakan Lini Lapangan BKKBN RI, Ridwan Fadjri Nur menjelaskan, kesehatan tidak hanya dilihat dari tubuh yang bebas dari penyakit. Namun adalah kesehatan fisik maupun mental serta kesiapan emosional.
"Agar para Catin dapat memastikan kondisi kesehatan yang prima yang ujungnya bagaimana nanti menghasilkan anak-anak yang sehat dan bebas stunting," tutur Ridwan. (*)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
256 Eks Anggota Kelompok Negara Islam Indonesia Nyatakan Ikrar Setia NKRI
Wagub Jambi : Terimakasih Jambi Jadi Percontohan Dalam Penanganan Karhutla
Bersama Kadis Kominfo, Ketua KI Jambi Sambut Kedatangan Ketua KI Pusat di Bandara Sultan Thaha


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



