Aspebindo Apresiasi Penghentian Operasional Angkutan Batubara Jalur Sarolangun-Batanghari



Sabtu, 16 Maret 2024 - 20:33:17 WIB



JAMBERITA.COM - Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara (Aspebindo) Jambi mengapresiasi langkah Satgaswas Gakkum Batu Bara Provinsi Jambi dalam menyetop kembali angkutan batubara jalur Sarolangun ke Kabupaten Batanghari. 

Bendahara Umum Aspebindo Jambi Raden Ridwan Mucktar mengatakan langkah Pemprov Jambi sudah tepat, karena sudah membuat kemacetan dan menganggu aktivitas umum terlebih di bulan puasa Ramadhan 1445 H.

"Kita apresiasi pak Gubernur Jambi atas kebijakan yang diambil oleh Satgaswas dengan menutup jalur batubara karena membuat kemacetan yang tentu sangat menganggu aktivitas masyarakat," ungkapnya, Sabtu (16/3/2024).

Seperti diketahui, Satgaswas Gakkum Batu Bara Provinsi Jambi mengambil langkah menghentikan operasional truk batubara dari Sarolangun menuju semua pelabuhan di Batanghari. Ini berlaku mulai malam ini, Kamis (14/3/2024) dan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penghentian disebabkan oleh kemacetan karena tak siapnya perusahaan tambang dan pelabuhan di Batanghari. Yakni terkait pelepasan kendaraan dari mulut tambang dan penumpukan di pintu masuk pelabuhan PT PUS Jebak di Kabupaten Batanghari.

“Penghentian sementara mulai malam ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Hingga kami evaluasi kesiapan perusahaan Sarolangun hingga pelabuhan PT PUS jebak (TUKS Batanghari),” kata Wakil Ketua Tim Satgaswas Gakkum Batu Bara Provinsi Jambi, Johansyah, Kamis (14/03/2024).

Dikatakan Johan dari laporan tim Satgaswas daerah terjadi kemacetan dari malam Rabu hingga Kamis siang ini. Dan saat ini tengah diurai oleh pihak kepolisian. “Setelah kita analisa penyebab macet terjadi penumpukan di pintu masuk PT PUS di Jebak, artinya dengan kondisi ini tim satgas menghentikan sementara. Sampai kami lihat kesiapan pelabuhan untuk menampung batu bara yang dikontrakkan,” ujarnya.

Johan juga menegaskan pengusaha tambang dan pemilik pelabuhan perlu dievaluasi. Yakni terkait pelepasan kendaraan dari mulut tambang sesuai kesepakatan di bulan ramadan pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.“Jika tak bisa tampung sesuai kontrak jangan dipaksakan, ini kami hentikan karena sudah mengganggu lalu lintas dan melanggar kesepakatan,” jelasnya.

Adapun sesuai kontrak, tambah Johansyah, di PT PUS Jebak ada 500 kendaraan truk batu bara yang masuk ke pelabuhan ini. “Penghentian yang dilakukan di rute Sarolangun-Batanghari yang terjadi kemacetan. Sementara di Muaro Jambi menuju Sungai Gelam masih beroperasi,” pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi