JAMBERITA.COM- Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) BKKBN RI, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto menyebutkan Indonesia telah mengalami tren penurunan prevalensi stunting yang cukup siginifikan dari tahun ke tahun, namun masih berasa di atas ambang batas standar World Health Organization (WHO), sehingga masih berkategori darurat stunting.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, prevalensi stunting Jambi turun dari tahun 2021 22,4 persen menjadi 18 persen pada tahun 2022. Angka ini tentunya masih jauh dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 14 persen.
Namun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi target angkat stunting jauh dibawah target nasional yaitu di angka 12 persen.
"Dan untuk mencapai target tersebut diperlukan komitmen multipihak di berbagai tingkatan wilayah," katanya.
Bonivasius mengapresiasi atas terbentuknya sekolah lansia pertama di Provinsi Jambi yang berada di Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.
Namun pada kesempatan hari ini juga dicanangkan kembali Sekolah Lansia di Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.
Sekolah lansia diharapkan menjadi sebuah wadah pemberdayaan lansia. Tantangan utama yang akan dihadapi adalah terkait finansial penduduk lansia karena tidak banyak lansia memiliki jaminan hari tua, sehingga secara ekonomi banyak lansia yang bergantung kepada keluarga atau anaknya, dan dikenal dengan sebutan sandwich generation. (Tna)
Harganas ke-30, BKKBN Jambi: Dalam Penanganan Stunting Keluarga Adalah Komponen Utama
Tingkatkan Produksi Migas, Pertamina EP Tandatangani Amandemen PKS Operasi
Perjuangan Ayah di Jambi Dapat Keadilan Anaknya, Ilham: Salah Harus Disampaikan Salah
Kiprah Sukses SAH Dalam Pengendalian Stunting Provinsi Jambi


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



